Fasilitas pemurnian konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia di Kabupaten Gresik. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) untuk komoditas konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) sebesar USD 5.462,63 per Wet Metrik Ton (WMT) untuk periode 1-14 Desember 2025. Nilai tersebut naik 0,55 persen dibandingkan HPE paruh kedua November 2025 yang tercatat USD 5.432,58 per WMT.
Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 2243 Tahun 2025 tentang HPE atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar, yang diundangkan pada 28 November 2025 untuk berlaku selama dua minggu pertama Desember.
"Kenaikan HPE konsentrat tembaga disebabkan oleh meningkatnya permintaan global terhadap tembaga, terutama dari industri energi terbarukan seperti panel surya, serta perkembangan kendaraan listrik dan elektronik. Selain itu, fluktuasi nilai tukar dan pasokan yang terbatas akibat gangguan produksi di sejumlah tambang besar dunia turut memengaruhi nilai HPE," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana dalam keterangannya, Selasa (2/12).
Tommy menjelaskan bahwa perubahan harga logam pada awal Desember 2025 juga berperan dalam pergerakan HPE. Harga tembaga tercatat turun tipis 0,07 persen karena sebagian suplai memiliki kadar lebih rendah.
Sebaliknya, harga emas dan perak meningkat masing-masing 0,92 persen dan 4,72 persen dari periode sebelumnya. Kenaikan harga logam mulia tersebut dipicu oleh meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai.
Ia menegaskan bahwa proses penetapan HPE dilakukan dengan prinsip kredibel, transparan, dan berbasis data guna memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
Penentuan HPE konsentrat tembaga mengacu pada rekomendasi teknis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menggunakan rujukan harga London Metal Exchange (LME) untuk tembaga serta London Bullion Market Association (LBMA) untuk emas dan perak.
Proses tersebut juga melalui koordinasi antarkementerian yang melibatkan Kemenko Perekonomian, Kemendag, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.
"Sinergi lintas kementerian dilakukan untuk memastikan penetapan HPE mencerminkan kondisi dan perkembangan pasar global secara objektif," tukas Tommy.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022