
Puncak hari habitat dunia: Menteri PU Menteri PU Dody Hanggodo diacara puncak hari habitat dunia di Bekasi. (Febry Ferdian/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmennya dalam menuntaskan persoalan persampahan nasional, termasuk tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi. Menteri PU Dody Hanggodo menyebut, persoalan tersebut menjadi perhatian serta prioritas pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Tingginya sampah di Bantar Gebang dan ini juga menjadi perhatian utama dari Pak Presiden Prabowo. Pak Presiden sudah membuat, menginstruksikan kepada kita semua untuk segera menyelesaikan tumpukan atau gunungan sampah di Bantar Gebang itu segera kita bereskan," kata Dody dalam acara Puncak Hari Habitat Dunia di Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/10).
Menurut Dody, masalah sampah bukan persoalan baru. Namun, penanganannya membutuhkan solusi komprehensif dan inovatif. Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan strategi jangka panjang, salah satunya dengan mengonversi sampah menjadi energi listrik.
"Jadi kedepan, sampah-sampah yang sudah menggunung seperti itu, kita akan bakar, kita akan konversi menjadi listrik. Sehingga insya Allah ke depan, sudah tidak lagi gunungan-gunungan itu," ujarnya.
Dia menambahkan, tidak semua sampah harus berakhir di tempat pembuangan akhir. Beberapa jenis dapat dimanfaatkan kembali menjadi bahan bakar gas, kompos, hingga energi alternatif lain. Sedangkan sampah residu yang tidak bisa dikonversi akan dibakar untuk mendukung operasional pembangkit listrik.
"Itulah pesan dari Pak Presiden kita, bagaimana dari awal kita ini harus punya pendirian tinggi kepada urusan persampahan. Insyaallah ke depan, sampah bisa menjadi sahabat kita ya, jangan dimusuhi, nanti malah kita sendiri yang repot," ujar Dody.
Dody juga mengingatkan dampak buruk jika masyarakat masih abai terhadap pengelolaan sampah. "Karena kalau sudah sampah menggunung, sampah dibuang ke sungai, sampah dibuang ke laut, ujung-ujungnya kita semuanya susah. Kalau hujan jadi banjir, kalau ada air laut naik sedikit jadi banjir," sambungnya.
Dia mengajak masyarakat untuk mulai melakukan perubahan dari hal kecil, terutama dalam kebiasaan memilah sampah. Menurutnya, generasi muda perlu dibiasakan sejak dini agar pengelolaan sampah menjadi lebih sistematis dan berkelanjutan.
"Lebih memilah-memilih sebelum dimasukkan ke dalam tong sampah, itu sudah sangat bagus. Karena kita sangat berharap, yang tua-tua ini sangat berharap kepada yang adik-adik semua, yang para generasi muda, untuk lebih peduli kepada urusan persampahan ini," terang Dody.
