
Pengecekan sampel pertamax di SPBU di Jogja yang diduga tercampur solar, hasilnya tidak ada kontaminasi. (Pertamina Patra Niaga)
JawaPos.com - PT Pertamina (Persero) melalui Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jateng dan DIY, Taufiq Kurniawan buka suara atas dugaan tercampurnya BBM pertamax dengan solar di Yogyakarta.
Taufiq menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat (gercep) untuk melakukan pengecekan secara langsung terhadap SPBU dimaksud.
Pengecekan ini dilakukan usai munculnya video viral di media sosial, seorang netizen yang mengaku motornya mendadak mati usai diisi oleh satu jenis BBM Pertamina, yakni Pertamax.
Bahkan, netizen itu mengaku knalpot motonya mendadak mengeluarkan asap tebal alias ngebul dan tidak bisa jalan.
"Dan dari laporan, dari komen, dan dari yang mengerucut itu adalah mengerucut ke SPPU 445529 Gito Gati, yang hari ini langsung kita tindaklanjuti," Taufiq dalam keterangan video yang diterima JawaPos.com, Jumat (3/1).
"Jadi saya apresiasi yang pertama kepada kepolisian, kepada pemkab, atas atensinya dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Dan kita juga komitmen untuk gerak cepat ketika ada keresahan dari masyarakat, langsung kita tindaklanjuti dengan pengecekan secara langsung supaya tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas lagi," imbuhnya.
Taufiq membeberkan, dalam pengecekan secara langsung pihaknya melakukan dengan dua cara. Pertama dengan menggunakan uji visual.
Ia menyebut, pengecekan secara visual tidak ada campuran apapun dari Pertamax yang dikeluarkan dari nozzle.
Pasalnya, ketika Pertamax tercampur solar, maka di gelas ukur itu akan menunjukkan komposisi warna yang berbeda.
"Karena solar ini memiliki berat jenis yang berbeda dengan Pertamax atau gasolin. Nanti dengan sendirinya kalau itu tercampur pasti dalam gelas ukur itu akan terpisah dengan sendirinya, karena berat jenisnya berbeda," jelasnya.
Pengecekan kedua dilakukan dengan cara menguji secara density atau berat jenis dengan mengukur kepadatan atau berat jenis dari volume cair tersebut.
Menurut dia, untuk jenis gasolin itu biasanya ada pada range 0,7 atau 0,71 sampai ke 0,79. Sedangkan solar berada di range 0,8, 0,81, sampai dengan 0,89.
"Nah tadi dua-duanya sama-sama nih, di DEX dan juga di Pertamax sama-sama sesuai spesifikasinya. Pertamax juga sesuai 0,71, sekian tadi hasilnya. Kemudian untuk DEX juga sesuai, tadi hasilnya 0,814 ya, jadi masih dalam ambang batas memang sesuai jenis fraksinya," jelas Taufiq.
"Jadi kita simpulkan dari hasil pengujian ini, dua pengujian tersebut bahwa tidak ada sama sekali kontaminasi solar sesuai dengan aduan pada media sosial Merapi Uncover yang muncul sehari dua hari kemarin," tukasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
