
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah di Palu, Minggu (24/8).
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor pertambangan. Hal itu disampaikan Bahlil saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah di Palu, Minggu (24/8).
Bahlil menyebut, Sulawesi Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, khususnya pertambangan yang menjadi penopang ekonomi daerah. Namun, kontribusi sektor tersebut terhadap PAD dinilai belum optimal.
"Pertumbuhan ekonomi nasional kuartal kedua 5,12 persen, inflasi terjaga di bawah tiga persen. Saya yakin pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah lebih tinggi. Tapi PAD belum maksimal akibat persoalan tambang ini, betul atau tidak?" ujarnya di hadapan kader Partai Golkar dan pejabat daerah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menekankan, salah satu strategi pemerintah untuk mengoptimalkan manfaat sumber daya alam adalah melalui hilirisasi. Menurutnya, hilirisasi tambang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang diharapkan dapat memberi nilai tambah sekaligus pemerataan hasil pembangunan bagi masyarakat daerah.
"Hilirisasi adalah program andalan Bapak Presiden. Kami di Kementerian ESDM bersama Partai Golkar dan koalisi sudah mengubah Undang-Undang Minerba untuk memastikan sumber daya alam benar-benar dikelola untuk kesejahteraan rakyat," ucapnya.
Ia juga menyoroti ketidakadilan dalam distribusi izin usaha pertambangan (IUP) yang selama ini lebih banyak dikuasai perusahaan besar berbasis di Jakarta. Menurutnya, masyarakat lokal kurang mendapat ruang.
"Saya mantan pengusaha, saya tahu rasanya susah mengurus izin dulu. Barang nenek moyang kita, tapi pemegang IUP-nya orang Jakarta semua. Ini tidak adil. Kita ubah supaya anak daerah jadi tuan di negeri sendiri," tegas Bahlil.
Dalam revisi UU Minerba terbaru, pemerintah memberikan prioritas IUP kepada koperasi, UMKM, BUMD, hingga ormas keagamaan. Skema ini diharapkan membuka peluang bagi masyarakat daerah untuk lebih terlibat dalam pengelolaan tambang.
"Kita harus membangun konglomerat baru di daerah. Jangan konglomerasinya Jakarta terus. Kita butuh sinergi agar pemerataan bisa terwujud," tambahnya.
Lebih lanjut, Bahlil juga menegaskan akan menindaklanjuti persoalan perizinan yang menghambat PAD Sulawesi Tengah, salah satunya perbedaan aturan antara Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian. Ia memperkirakan, jika seluruh potensi PAD ditarik secara maksimal, Sulteng bisa memperoleh tambahan Rp 2 triliun dari sektor tambang.
"Kalau APBD sekarang sekitar Rp 5,5 triliun, tambahan Rp 2 triliun ini akan cukup memperkuat fiskal daerah. Saya janji ini jadi tugas utama saya dan akan saya laporkan langsung kepada Presiden," pungkasnya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
