
ILUSTRASI: PLTP Ulubelu 2x55MW, berperan dalam mendukung sistem kelistrikan wilayah sumatera bagian selatan. PLTP ini juga telah tersertifikasi REC (Renewable Energy Certificate).
JawaPos.com – Ekosistem ekonomi ramah lingkungan terus berlanjut. Kali ini, Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) resmi memperoleh izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Dengan hal tersebut, ICDX akan secara resmi menjadi bursa berjangka pertama di Indonesia yang memperdagangkan Kontrak Fisik Renewable Energy Certificate atau REC. Direktur Utama ICDX Fajar Wibhiyadi menjelaskan, REC sendiri merupakan sertifikat atas produksi tenaga listrik yang dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sesuai standar yang diakui secara nasional dan/atau internasional. Dalam perhitungannya, 1 REC akan setara dengan 1 MWh.
"Izin yang diberikan Bappebti kepada ICDX untuk dapat menfasilitasi perdagangan REC ini merupakan mandat dari Pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan EBT. Serta, mendukung upaya Indonesia untuk penurunan emisi karbon," paparnya di Jakarta, Kamis (8/5).
Menurutnya, upaya ICDX ini adalah bagian dari terobosan serta inovasi berkelanjutan untuk pengembangan industri perdagangan berjangka komoditi di Indonesia. Selain itu, perdagangan REC di ICDX ini merupakan langkah nyata dari komitmen ICDX untuk percepatan pertumbuhan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Sebagai bursa penyelenggara perdagangan, Fajar menegaskan bahwa pihaknya sudah siap secara teknologi maupun infrastruktur perdagangan untuk transaksi Kontrak Fisik REC. Dalam menunjang perdagangan REC, infrastruktur kami telah terkoneksi dengan sistem registrasi dari Evident I-REC dan APX TIGRs sesuai dengan standar internasional.
Sehingga, pelaku pasar yang terlibat perdagangan REC melalui ICDX akan berlangsung secara real-time. Dalam ekosistem perdagangan REC ini, Indonesia Clearing House akan berperan sebagai lembaga kliring dengan fungsi menyediakan sistem dan sarana untuk pelaksanaan kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi.
Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Tirta Karma Sanjaya mengatakan, tenaga listrik terbarukan merupakan komoditas yang memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia. Adanya perdagangan pasar tersebut dapat dimanfaatkan oleh perusahaan tanah air untuk memenuhi pelaporan emisi tidak langsung alias pelaporan lingkup dua. Sehingga, mereka mencapai target Net-Zero Emission.
Dia menegaskan, REC merupakan instrumen yang diakui oleh berbagai platform. Antara lain GHG Protocol, CDP, RE100, dan SBTi. "Langkah ini komitmen Bappebti untuk meningkatkan pemanfaatan energi bersih di Indonesia. Serta, insentif untuk mengembangkan lebih banyak program Energi Baru Terbarukan," ungkapnya.
Saat ini, beberapa negara sudah memberlakukan Perdagangan Pasar Fisik Tenaga Listrik Terbarukan. Antara lain, Energy Exchange di India, European Energy Exchange di Eropa, Intercontinental Exchange di Amerika Serikat, Xpansiv di Australia, Air Carbon Exchange di Singapura serta Bursa Malaysia di Malaysia. Di Indonesia sendiri, potensi energi baru terbarukan sangat besar. Melansir data dari Kementerian ESDM tahun 2024 potensinya mencapai 4.686 Giga Watt (GW).

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
