
Keberadaan Rangers App diklaim berhasil memangkas waktu tempuh dari Kamojang ke Kota Bandung dengan motor listrik. (PGE/ANTARA)
JawaPos.com - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang di Jawa Barat menyediakan 16 unit motor listrik serta membangun fasilitas Battery Swapping Station (BSS) yang bersumber dari energi panas bumi (geothermal). Upaya ini dilakukan sebagai dukungan terhadap masyarakat lokal yang menjalankan layanan transportasi berbasis digital.
Inovasi ini memungkinkan para pengemudi layanan transportasi dengan aplikasi yang diberi nama Rangers App, mengisi ulang baterai kendaraan listriknya yang sepenuhnya bersumber dari energi bersih dan terbarukan. Corporate Secretary PGE Kitty Andhora, mengatakan, dukungan ini sejalan dengan visi PGE menjadi perusahaan energi hijau kelas dunia yang mengedepankan prinsip ESG (lingkungan, sosial dan tata kelola) dalam operasional perusahaan.
"Rangers App adalah contoh nyata sinergi antara teknologi, energi bersih, dan pemberdayaan masyarakat," ujar Kitty dikutip dari Antara, Kamis (8/5).
Menurut Kitty, layanan dari Rangers App mendapat respons positif masyarakat. Studi Social Return on Investment (SROI) oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) mencatat nilai 3,07. Ini artinya bahwa setiap satu rupiah investasi, menghasilkan manfaat sosial lebih dari tiga kali lipat.
Keberadaan Rangers App disebutkan berhasil memangkas waktu tempuh dari Kamojang ke Kota Bandung dengan motor listrik, yaitu dari tiga jam menjadi hanya satu setengah jam. Sementara itu, survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencatat nilai 95,67 persen, termasuk kategori sangat baik dari mitra dan pengguna aplikasi.
"Kami ingin Rangers App tidak hanya menjadi layanan transportasi lokal, tapi solusi komprehensif bagi warga desa. Dengan dukungan PGE, kami bisa terus mengembangkan fitur dan menjangkau lebih banyak masyarakat," kata Hendri Wahyudi, CEO Rangers App.
Dikatakannya, Rangers App lahir saat pandemi Covid-19 membekukan roda ekonomi, membuat warga Kamojang dihadapkan pada tantangan berat. Mulai dari minimnya lapangan pekerjaan, kurangnya moda transportasi umum, akses jalan yang sempit dan terjal, hingga jauhnya akses ke kota terdekat yang berjarak kurang lebih 25 kilometer.
Hendri saat itu bersama rekan-rekannya menggagas Rangers App yang bukan hanya menjawab kebutuhan akan transportasi, tetapi juga membuka jalan bagi kebangkitan ekonomi desa. Layanan tersebut kini telah tumbuh menjadi ekosistem digital lengkap yang dapat diunduh gratis di Play Store.
Melalui Rangers App, warga kini dapat memesan ojek, makanan, layanan kurir, membeli produk UMKM, hingga menukar sampah anorganik dengan saldo e-money melalui fitur Kumpulin.id. Tak hanya itu, tersedia pula Rangers Health, Rangers Academy, serta tiket elektronik untuk homestay dan wisata lokal.
"Sebagai masyarakat pedesaan, kami bangga bisa menghadirkan solusi digital yang relevan dan berdampak. Ini bukti bahwa desa juga bisa menjadi pusat inovasi," kata Prialdi, seorang driver di Rangers App.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
