Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha. (Dinda Juwita/Jawapos)
JawaPos.com – Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha menyediakan tarif listrik dengan harga terjangkau kepada PLN. General Manager PT Geo Dipa Energi dari Unit Patuha Ruly Husnie Ridwan menjelaskan, sejumlah faktor membuat harga jual listrik yang dihasilkan PLTP Patuha bisa terjangkau dibanding lainnya.
"Pertama, investasinya terbilang murah, karena kita pakai pembiayaan murah. Kedua, pelaksanaan lelangnya dilakukan lelang internasional yang membuat harganya itu harga pasar yang nggak bisa diatur," ujarnya ditemui di PLTP Patuha, Jumat (8/11).
Ruly menyebut, dengan mekanisme lelang internasional, tidak ada ruang negosiasi untuk harga tarif listrik. Sehingga, harga yang didapat merupakan harga penawaran yang kompetitif.
"Lalu yang terakhir itu terkait dengan waktu. Karena kita bisa memberikan infrastruktur penunjang yang membuat pekerjaan itu cepat. Jadi harga pekerjaannya pun murah," jelas dia.
Dia mengatakan, tarif listrik yang dihasilkan PLTP Patuha sebesar USD 7 sen per kilowatt hour (KWh) atau lebih murah jika dibandingkan dengan sumber listrik yang berasal dari energi baru terbarukan lainnya yang berada pada kisaran USD 9-10 sen per KWh.
Meski terbilang murah, Ruly menyebut ada paradigma yang berbeda jika dibandingkan antara listrik yang dihasilkan energi bersih dengan listrik dari energi fosil atau batu bara.
Listrik yang dihasilkan oleh pembangkit batu bara hanya mempertimbangkan investasi dari sisi pembangkit. Sementara, listrik yang dihasilkan dari PLTP mempertimbangkan sisi hulu dan hilir.
"Kalau mau fair, bandingkan juga dengan investasi di mineral atau tambangnya. Karena kami (PLTP) itu hulu ke hilir. Jadi harga USD 7 itu investasi di hulu dan hilir. Sehingga, harga pengembalian itu mengompensasi investasi dari hulu ke hilir," kata Ruly.
PLTP Patuha merupakan unit pembangkit yang dikelola PT Geo Dipa Energi (Persero). Selain Patuha, Geo Dipa Energi mengelola PLTP Dieng yang telah beroperasi sejak 2002. Keduanya telah memberikan dampak bagi pertumbuhan bauran energi baru terbarukan (EBT) serta ekonomi.
Direktur Pengembangan Niaga dan Eksplorasi PT Geo Dipa Energi (Persero) Ilen Kardani menambahkan, tahun ini perusahaannya memberikan keuntungan dalam bentuk setoran ke negara sekitar Rp 200 miliar. Ilen menyebut setoran itu dalam bentuk dividen, pajak, hingga penerimaan negara nonpajak yang sudah diberikan sejak 2014.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
