
Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri. (Dok. Pertamina)
JawaPos.com – Pucuk pimpinan PT Pertamina (Persero) diisi orang baru. Posisi direktur utama (Dirut) yang sebelumnya ditempati Nicke Widyawati kini digantikan Simon Aloysius Mantiri.
Nicke memimpin perusahaan pelat merah itu sejak 30 Agustus 2018. Melalui tangan dinginnya, Pertamina masuk peringkat ke-165 Fortune 500 Global.
Dengan pendapatan USD 75,79 miliar pada 2023, Pertamina juga tercatat berada di peringkat ke-3 Fortune Asia Tenggara 2024. Pada 2020, Nicke dinobatkan sebagai Most Powerful Women International di urutan ke-16 dari 50 oleh majalah Fortune.
Namun, pada rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar kemarin (4/11), posisi Nicke tergeser oleh Simon Aloysius Mantiri. Simon adalah pengurus Partai Gerindra. Dia menjabat anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra.
Berdasar catatan Jawa Pos, sejak Pertamina didirikan pada 10 Desember 1957, baru kali ini Dirut Pertamina berasal dari unsur parpol.
Menteri BUMN, Erick Thohir resmi menunjuk Mochamad Iriawan atau kerap disapa Iwan Bule menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). (IG Iwan Bule)
Selain posisi Dirut, RUPS juga menetapkan Mochamad Iriawan atau yang dikenal sebagai Iwan Bule sebagai komisaris utama (Komut). Lalu, Dony Oskaria menjadi wakil komisaris utama dan Raden Adjeng Sondaryani sebagai komisaris independen.
Iwan Bule adalah purnawirawan perwira tinggi Polri yang kali terakhir menjabat sebagai sekretaris utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Dia juga memiliki kedekatan dengan Partai Gerindra. Sebab, Iwan menjabat wakil ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menjelaskan, pengangkatan serta pemberhentian direksi dan komisaris BUMN merupakan kewenangan pemerintah sebagai pemegang saham yang diwakili menteri BUMN.
Sementara itu, Iwan Bule mengaku siap menjalankan tugas sebagai Komut Pertamina. "Setiap daun yang jatuh tidak mungkin tanpa sepengetahuan-Nya. Alhamdulillah wa syukurillah, pagi hari ini kami berada di kantor Kementerian BUMN untuk menerima amanah estafet kepemimpinan sebagai komisaris utama Pertamina," ujarnya melalui akun Instagram @mochamadiriawan84.
Bisa Pengaruhi Trust Investor
Pada bagian lain, ekonom Bhima Yudhistira memandang pergantian Dirut dan Komut Pertamina kali ini sarat unsur politis. Hal itu terlihat dari nama-nama yang kini menduduki jabatan vital di BUMN migas itu.
"Lebih kental unsur politisnya. Di satu sisi, kebijakan pemerintah seperti pengurangan subsidi BBM bisa lebih cepat dieksekusi karena koordinasi langsung bahkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Indikasi berikutnya soal Pertamina mungkin butuh sosok politis karena gejolak ke depan soal penyesuaian harga jual BBM dan persoalan subsidi akan ditanggapi dengan politis juga," ujar Bhima kepada Jawa Pos kemarin (4/11). (dee/19/oni)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
