Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Oktober 2023 | 01.03 WIB

Hadir Jelang Tahun Politik, Bantuan Rice Cooker ke Masyarakat Dinilai Rentan Diselewengkan

 
 
 

Bantuan rice cooker gratis pemerintah tahun 2023

 
JawaPos.com - Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi, menduga pemberian bantuan Rice Cooker kepada masyarakat jelang tahun politik hanya akan menguntungkan pihak tertentu dan rentan diselewengkan.
 
"Saya justru mencurigai, jangan-jangan permen ini adalah pesanan oligarki yang memperoleh hak untuk pengadaan dan membagikan untuk memperoleh cuan," kata Fahmy Radhi saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (6/10).
 
Fahmy menjelaskan, dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penyediaan Alat Memasak Berbasis Listrik Bagi Rumah Tangga, nantinya akan ada perusahaan yang ditunjuk untuk melakukan pengadaan barang.
 
Dari penunjukan itu, kata Fahmy, nantinya perusahaan yang ditunjuk pasti akan mendapat orderan dan keuntungan yang besar. Terlebih, rice cooker ini direncanakan akan dibagikan kepada masyarakat sebanyak 680.000 paket.
 
"Permen itu nanti pasti akan menunjuk perusahaan yang akan mengadakan dan mendistribusikan, kalau kemudian tidak ada manfaatnya, tujuannya tidak tercapai, lalu apa yang ingin dicapai? Maka kemudian muncul dugaan saya kemudian, jangan-jangan bagi-bagi tadi (rice cooker) hanya menguntungkan bagi perusahaan demi cuan tadi," jelasnya.
 
Meski begitu, Fahmy mengatakan hal tersebut baru kecurigaan yang muncul dari dirinya. Sehingga, masih perlu pembuktian terkait kebenarannya.
 
 
 
Selain itu, Fahmy juga menyatakan bahwa bantuan Rice Cooker ini rentan diselewengkan terlebih Permen ESDM terbit mendekati tahun politik pemilihan presiden dan wakil rakyat.
 
"Itu tadi target pembagian kan keluarga miskin yang berada di berbagai daerah, sehingga ini dengan mudah bisa diselewengkan pembagian nanti. Apakah untuk kemenangan calon anggota DPR di dapil atau untuk pemilihan presiden," ujarnya.
 
"Saya sebagai akademisi mengembangakan dugaan bahwa program bagi bagi rice cooker ini pertama hanya menguntungkan perusahaan atau oligarki untuk memperoleh cuan dan kedua bisa juga dalam rangka kontes elektabilitas apakah itu pemilihan presiden ataupun pemilihan anggota dewan masuk akal," imbuhnya.
 
Di sisi lain, Fahmy mengakui bahwa dari segi biaya menanak nasi dengan rice cooker lebih murah dibandingkan dengan menggunakan kompor gas. Namun, masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hariannya tidak hanya menanak nasi, tetapi juga memasak keperluan lainnya.
 
"Misalnya goreng tempe, kan enggak bisa pakai rice cooker. Berarti kan tetap menggunakan gas elpiji nah kalau tujuannya salah satunya mengurangi penggunaan gas elpiji (akan) tidak tercapai," tuturnya.
 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore