
Pelanggan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di salah satu pom bensin di kawasan Tebet, Jakarta, Sabtu (6/9/2020). Pertamina menegaskan bahwa pihaknya akan masih menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite di SPBU. Kendati demikian, rencana
JawaPos.com – Antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) seperti di sejumlah SPBU di Bogor beberapa hari terakhir dipastikan terjadi karena adanya peningkatan konsumsi. Bukan lantaran Pertamina mulai membatasi BBM bersubsidi, terutama pertalite.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting memastikan tidak ada pembatasan apa pun yang dilakukan Pertamina. ”Hingga saat ini belum ada pembatasan untuk pertalite,’’ ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (11/8).
Irto mengakui ada peningkatan konsumsi BBM. Namun, dia enggan memerinci berapa dan sejak kapan terjadi. Yang pasti, Irto memastikan bahwa stok BBM nasional hingga kini masih aman. ”Memang sedang ada peningkatan permintaan,” imbuhnya.
Dirut Pertamina Nicke Widyawati dalam kesempatan sebelumnya memastikan tidak ada pembatasan pembelian BBM. Terkait implementasi MyPertamina pun saat ini baru memasuki masa pendaftaran. ”Per 1 Juli ini tahapan pendaftaran. Kami belum melakukan pembatasan apa pun. Saat ini adalah masa pendaftaran kendaraan-kendaraan untuk mendapatkan QR code,’’ ucapnya.
Dia menjelaskan, saat ini harga pertalite maupun solar subsidi masih disubsidi. Pemerintah harus menyubsidi BBM solar itu sekitar Rp 12 ribu per liter. Sedangkan pertalite yang saat ini harganya Rp 7.650 per liter disubsidi hampir Rp 10 ribu per liter.
Terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, pemerintah dan DPR sebelumnya sepakat untuk menganggarkan subsidi energi termasuk untuk pertalite, solar, LPG, dan listrik mencapai Rp 502 triliun. Jumlah itu didapat setelah disepakati tambahan anggaran subsidi sebesar Rp 349,9 triliun.
Namun, subsidi sebesar Rp 502 triliun tersebut berdasar perhitungan untuk perkiraan volume konsumsi pertalite mencapai 23 juta kiloliter (kl). Ternyata, angka konsumsi itu bertambah setelah menteri ESDM dan DPR melakukan estimasi. ”Sekarang ternyata sampai dengan Juli itu volumenya banyak banget naik. Sehingga, estimasi menurut Pak Menteri ESDM dengan DPR waktu itu realisasinya bisa sampai 28 juta kl,” ungkapnya. Padahal, lanjut dia, anggarannya cuma untuk 23 juta kl. ”Ini kan berarti akan ada tambahan di atas Rp 502 triliun yang sudah kita sampaikan,’’ sambungnya.
Ani meminta Pertamina bisa mengendalikan konsumsi BBM subsidi. Harapannya, APBN tidak tertekan akibat pemberian subsidi energi yang membengkak. ”Anggaran subsidi untuk minyak pertalite, solar, itu kita akan menghadapi tekanan dari perubahan nilai tukar dan deviasi harga minyak serta volume yang meningkat,’’ tuturnya.
Di bagian lain, Ketua DPR Puan Maharani meminta ada contingency plan atau rencana cadangan menghadapi penyaluran BBM bersubsidi. ’’DPR berharap pemerintah bergerak cepat menyiapkan contingency plan saat kuota pertalite benar-benar kritis,” kata Puan.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
