
PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field mencatat capaian positif dari kegiatan uji produksi sumur pengembangan NKL-1183 yang berlokasi di wilayah Kutai Lama, Kecamatan Anggana. (dok. Pertamina)
JawaPos.com - PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field mencatat capaian positif dari kegiatan uji produksi sumur pengembangan NKL-1183 yang berlokasi di wilayah Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Sumur ini mampu menghasilkan minyak dengan laju alir hingga 520 barel per hari (bph), serta menunjukkan performa produksi yang stabil di atas 400 bph hingga saat ini. Kegiatan pengeboran Sumur NKL-1183 dilaksanakan sejak 14 Desember 2025 dan rampung pada 8 Januari 2026.
Proses pengeboran hingga tahap uji produksi berhasil diselesaikan secara efektif dalam waktu 26 hari. Dari sisi efisiensi, realisasi biaya pengeboran tercatat sekitar 76 persen dari total anggaran yang telah direncanakan.
Hal ini mencerminkan optimalisasi biaya sekaligus penerapan standar keselamatan dan mutu kerja yang baik. Penentuan metode penyelesaian awal sumur atau 1st pass completion dilakukan berdasarkan evaluasi teknis menyeluruh dan korelasi data antar sumur.
Pendekatan ini memungkinkan pelaksanaan uji produksi berjalan optimal dan menghasilkan performa yang memuaskan.
Senior Manager Subsurface Development & Planning Zona 9, Supriady, menjelaskan bahwa keberhasilan penentuan zona reservoir didukung oleh integrasi data statik dan dinamik dalam proses pemodelan bawah permukaan di lapangan NKL.
“Pemetaan ulang lapisan-lapisan resevoir minyak dengan mengintegrasikan data statik dan dinamik menjadi kunci keberhasilan dalam menentukan area reservoir yang belum terkuras sehingga menjadi dasar penentuan lokasi pengusulan titik-titik sumur pengeboran selanjutnya,” jelasnya.
Sumur NKL-1183 menargetkan lapisan batu pasir B08 yang berada pada kedalaman sekitar 650–670 meter measured depth (mMD).
Lapisan tersebut sebelumnya telah diidentifikasi memiliki potensi hidrokarbon yang prospektif.
Supriady juga mengungkapkan bahwa penerapan pendekatan baru dengan menyasar reservoir yang telah lama ditinggalkan akibat produksi kumulatif yang tinggi, justru menunjukkan peluang keberhasilan yang signifikan.
“Sumur ini dibor secara directional, menggunakan rig PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dengan kekuatan 700 horse power, hingga kedalaman akhir 1.545 meter,” imbuhnya.
Keberhasilan pengeboran dan uji produksi sumur NKL-1183 ini dinilai membuka peluang lanjutan bagi pengembangan sumur-sumur baru di Lapangan North Kutai Lama (NKL).
Tahap operasional berikutnya difokuskan pada kelanjutan uji produksi serta pengaliran sumur pada laju optimal guna menjaga kualitas reservoir dan memastikan keberlanjutan performa produksi.
Sementara itu, Senior Field Manager Pertamina EP Sangasanga Field, Sigid Setiawan, menegaskan bahwa kegiatan pengembangan sumur dan uji produksi ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi dalam aktivitas eksploitasi migas.
“Kami meyakini investasi dalam pengeboran sumur-sumur baru diperlukan untuk menambah cadangan, meningkatkan recovery, menahan laju penurunan produksi, dan mempertahankan tingkat produksi sehingga dapat mendukung ketahanan energi nasional,” jelasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
