Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Oktober 2025 | 14.19 WIB

Pertamina Diserang Isu Negatif Pemakaian Etanol 50 Persen, FSPPB Beri Pembelaan

 

Uji tera di SPBU Pertamina KM 14B, Tol Jakarta-Tangerang, Kota Tangerang Selasa (18/3/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos

JawaPos.com - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) memberikan pembelaan kepada PT Pertamina, Tbk (Persero) atas berbagai pemberitaan negatif di media sosial. FSPPB menilai ada upaya untuk merusak citra Pertamina di mata publik dari pihak tertentu.
 
Presiden FSPPB, Arie Gumilar menilai, ada upaya sistematis untuk menyerang Pertamina. Tujuannya adalah merusak citra perusahaan pelat merah tersebut.
 
Sedangkan ditemukan narasi upaya meningkatkan citra perusahaan swasta dan asing. Oleh karena itu, FSPPB merasa memiliki tanggung jawab untuk membela Pertamina.
 
"Kami di FSPPB meyakini bahwa pembusukan citra Pertamina ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari skenario besar untuk mempercepat swastanisasi pengelolaan energi nasional, agar aset strategis bangsa jatuh ke tangan korporasi global," ujar Arie dalam FGD bertajuk Reintegrasi Pertamina dan Isu Energi Nasional di Jakarta, Kamis (9/10).
 
 
FGD ini diawali dengan pemaparan topik Reintegrasi Pertamina dan juga pemaparan isu-isu negatif yang tengah menerpa Pertamina. Salah seorang peserta FGD menantang untuk pembuktian secara langsung akan video viral yang baru-baru ini beredar di masyarakat yaitu tentang kandungan etanol produk Pertalite Pertamina mencapai 50 persen.
 
Kemudian dilakukan pengambilan sampel dari dua unit sepeda motor yang dipilih acak milik peserta FGD. Kemudian diambil Pertalite dari tangki kendaraan sebanyak 500 mililiter.
 
Uji coba disaksikan seluruh peserta. Air sebatas ketinggian tertentu dicampurkan kemudian dikocok dengan stabil. Setelah didiamkan sejenak volume air di dalam botol nampak tetap atau tidak berubah. Sehingga dapat disimpulkan bila tidak ada etanol sama sekali yang tercampur atau terlarut. Apalagi anggapan 50 persen dipastikan keliru.
 
Melalui forum FGD tersebut, FSPPB mengajak seluruh elemen bangsa, akademisi, serikat pekerja, mahasiswa, dan masyarakat sipil, untuk bersatu menyelamatkan Pertamina dari isu-isu negatif seperti BBM oplosan, angka RON tidak sesuai, dan sejenisnya.
 
"Masyarakat harus sadar, bahwa ancaman terhadap kedaulatan energi bukan sekadar isu korporasi, melainkan ancaman eksistensial terhadap masa depan bangsa. Jika energi dikendalikan oleh swasta dan asing, maka kemakmuran dan kedaulatan rakyat akan ikut tergadai," pungkasnya.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore