
PT PLN Indonesia Power (PLN IP) bersama Indo ACWA Tenaga Saguling resmi memulai pelaksanaan konstruksi proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 60 MWac. (ANTARA)
JawaPos.com - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) bersama Indo ACWA Tenaga Saguling resmi memulai pelaksanaan konstruksi proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 60 MWac, yang terapung di Waduk Saguling, Bandung Barat, Jawa Barat. Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta mengatakan, PLTS Terapung Saguling tersebut merupakan upaya strategis perusahaan menuju energi bersih dan ketahanan daerah.
"Proyek ini bukan hanya simbol komitmen kami terhadap transisi energi bersih, tetapi juga bentuk nyata kontribusi PLN Indonesia Power dalam memperkuat ketahanan energi daerah dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar," ujarnya, dikutip dari Antara, Jumat (3/10).
Proyek energi bersih ini diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 130 GWh listrik per tahun, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 50.000 rumah tangga sekaligus mengurangi emisi karbon hingga 104.000 ton CO2 per tahun. Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menyambut baik kehadiran PLTS Terapung Saguling sebagai solusi nyata untuk kebutuhan energi bersih dan berkelanjutan di wilayahnya.
"Proyek ini tidak hanya mendukung target nasional, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari pasokan listrik yang lebih andal, peluang kerja lokal, hingga peningkatan kualitas lingkungan," ujarnya.
Proyek ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden No109 Tahun 2020 dan menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia mencapai target net zero emission pada 2060.
"Kami memastikan bahwa pelaksanaan proyek ini mengedepankan keberlanjutan, efisiensi, dan partisipasi aktif masyarakat lokal," imbuh Bernadus.
Waduk Saguling dipilih sebagai lokasi karena memiliki karakteristik perairan yang stabil dan luas permukaan yang memadai. Menurut Bernadus, proyek ini hanya akan memanfaatkan kurang dari 5 persen total area waduk, sehingga tidak mengganggu fungsi utama waduk sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan irigasi.
Dalam implementasinya, proyek ini akan mengikuti prinsip Environmental and Social Management System (ESMS) sesuai standar internasional. Teknologi floating PV juga memberikan keuntungan tambahan seperti pengurangan penguapan air dan peningkatan efisiensi panel surya karena suhu permukaan yang lebih rendah.
Selain aspek teknis dan lingkungan, lanjutnya, proyek ini memiliki nilai strategis dalam konteks ketahanan energi lokal. "Dalam kondisi darurat seperti pemadaman listrik, PLTS ini dapat berfungsi sebagai sumber daya listrik cadangan, memperkuat keandalan sistem kelistrikan di wilayah Bandung Barat dan sekitarnya," sebut Bernadus.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
