ILUSTRASI: Etanol. (Pixabay)
JawaPos.com - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mengungkapkan bahwa penggunaan etanol pada BBM termasuk pada best practice yang telah diterapkan secara internasional. Langkah ini pun selaras dengan upaya global dalam meningkatkan kualitas udara, menekan emisi karbon, dan mengupayakan transisi energi yang berkelanjutan.
“Penggunaan etanol dalam BBM bukan hal baru, melainkan praktik yang sudah mapan secara global. Implementasi ini terbukti berhasil mengurangi emisi gas buang, menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil murni, serta mendukung peningkatan perekonomian masyarakat lokal melalui pemanfaatan bahan baku pertanian,” ujar Roberth MV Dumatubun Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga dalam keterangannya, Jumat (3/10).
Etanol sendiri berasal dari tumbuhan seperti tebu atau jagung, yang membuatnya lebih ramah lingkungan jika dibanding dengan bahan bakar fosil murni. Jika etanol dicampur pada BBM, emisi gas buang kendaraan akan berkurang sehingga kualitas udara akan lebih baik.
Berikut sejumlah penggunaan etanol dalam BBM terbukti yang menjadi standar di banyak negara, antara lain!
1. Amerika Serikat, dengan program Renewable Fuel Standard (RFS) mewajibkan pencampuran etanol pada bensin dengan kadar umum E10 (10 persen etanol) dan E85 untuk kendaraan fleksibel.
2. Brasil, negara ini menjadi pelopor penggunaan etanol berbasis tebu, dengan implementasi skala nasional hingga mencapai E27 atau 27 persen pada bensin. Alhasil Brasil saat ini dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai bahan bakar etanol terbesar di dunia.
3. Uni Eropa, wilayah ini mengadopsi campuran etanol pada BBM dengan kebijakan Renewable Energy Directive (RED II). Hal ini menjadi target bauran energi terbarukan pada sektor transportasi. Dengan ini, campuran E10 kini telah menjadi standar pada banyak negara Eropa seperti Prancis, Jerman, dan Inggris untuk mengurangi polusi udara.
4. Asia, tak ingin ketinggalan, benua ini mengadopsi kebijakan yang sama, salah satunya India yang mendorong etanol blending hingga 20 persen (E20) pada 2030. Hal ini termasuk pada bagian roadmap menuju transportasi rendah karbon dan mendukung petani tebu.
Pertamina Patra Niaga sendiri menegaskan komitmennya mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya menekan emisi karbon menuju target Net Zero Emission 2060. Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren global, melainkan juga memperkuat posisi Indonesia dalam transisi menuju energi berkelanjutan di kancah internasional.
Hadirnya BBM berbasis campuran etanol menjadi wujud nyata kesiapan Indonesia mengadopsi praktik terbaik dunia demi mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkesinambungan.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
