Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 18.38 WIB

60 Ribu Barel BBM Belum Laku, Kementerian ESDM Surati Shell Cs

Ilustrasi suasana di SPBU Shell. (Salman Toyibi/ Jawa Pos) - Image

Ilustrasi suasana di SPBU Shell. (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

JawaPos.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan terus memantau proses negosiasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) berupa base fuel antara Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta dengan PT Pertamina (Persero) Tbk. Hingga saat ini, baru PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) yang sudah menyerap stok BBM milik perusahaan pelat merah tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman menyampaikan bahwa dirinya telah ditugaskan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mengawal proses ini. Itu sebabnya, sebagai bentuk monitoring pihaknya melayangkan surat kepada SPBU swasta.

Laode menegaskan bahwa langkah menyurati perusahaan SPBU swasta seperti Shell, BP, dan lainnya tidak dimaksudkan untuk memaksa. Melainkan semata-mata untuk memastikan proses negosiasi berjalan sesuai arahan pemerintah.

“Saya ditugaskan Pak Menteri (Bahlil Lahadalia) untuk memonitor terus proses negosiasi antara Pertamina dan SPBU Swasta. Menyurati adalah bagian dari monitoring tersebut,” ujar Laode Sulaeman kepada JawaPos.com, Senin (29/9).

Lebih lanjut, Laode menjelaskan bahwa saat ini satu kargo Pertamina berisi 100 ribu barel base fuel sudah tiba di pelabuhan.

Dari jumlah itu, sebanyak 40 ribu barel telah dibeli oleh Vivo, sementara 60 ribu barel lainnya masih menunggu untuk diserap oleh SPBU swasta lainnya.

“Masih ada 60 ribu barel lagi, semoga yang lainnya bisa segera mengikuti Vivo,” pungkasnya.

Sebelumnya, selama beberapa pekan terakhir SPBU swasta mengalami keterbatasan pasokan BBM lantaran habisnya kuota impor dari yang ditetapkan pemerintah. Alhasil, SPBU swasta meminta tambahan kuota impor hingga akhir tahun.

Sayangnya, permintaan tersebut tak bisa diizinkan lantaran SPBU swasta telah mendapatkan kenaikan impor 10 persen dibandingkan kesepakatan impor pada tahun lalu.

Kemudian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa badan usaha penyedia BBM non-subsidi atau swasta seperti Shell Indonesia, BP, hingga Vivo menyetujui untuk membeli BBM dari Pertamina. Keputusan ini disepakati setelah dirinya mengadakan rapat bersama dengan Pertamina dan lainnya di Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat (19/9).

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore