Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Agustus 2025 | 03.47 WIB

Masih Minim, Angkatan Kerja Perempuan Sektor Tambang di Bawah 15 Persen

Ilustrasi pekerjaan di sektor pertambangan. (Istimewa) - Image

Ilustrasi pekerjaan di sektor pertambangan. (Istimewa)

JawaPos.com - Momen peringatan hari kemerdekaan diisi bukan hanya dengan mengenang perjuangan dan memaknai kembali arti kebebasan. Namun, bagaimana mengisi kemerdekaan dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat bisa berusaha untuk kesejahteraan bersama.

Sayangnya, kesmepatan itu belum sepenuhnya dimanfaatkan kalangan perempuan. Salah satunya sektor pertambangan, sektor yang selama ini minim partisipasi perempuan. Data World Bank mencatat partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia pada sektor tambang masih di bawah 15%.

Di tengah keterbatasan itu, Apriaty Sirait, mampu menembus batas dengan bekerja di sektor pertambangan. Perempuan kelahiran Tarakan ini tak hanya memegang kendali alat-alat raksasa, tetapi juga sebagai trainer perempuan pertama di PT Cipta Kridatama (CK), salah satu anak usaha PT ABM Investama Tbk yang bergerak di bidang mining contractor.

Perjalanan Apriaty dimulai pada 2009. Setelah lulus dari bangku SMA ia diterima sebagai fresh graduate operator pada salah satu perusahaan tambang. Di usia muda, ia belajar mengoperasikan truk tambang seberat ratusan ton seperti Caterpillar 785 hingga Liebherr T282. Perjalanan kariernya tak selalu mulus, beberapa kali mengalami pemutusan hubungan kerja yang membuatnya jatuh dan harus bangkit kembali.

Namun, ia tak pernah berhenti melangkah. Dia melanjutkan pendidikan, mengambil sertifikasi, dan membangun karier sampai akhirnya diterima di CK pada 2021. Ia dibekali sertifikat berlisensi training of trainer (ToT). Hingga kini, ia melatih lebih dari 300 trainee dengan mayoritas laki-laki.

“Saya sempat merasa tidak pantas. Tapi saya bertekad membuktikan bahwa perempuan juga bisa jadi trainer kompeten dan profesional,” katanya.

Penghargaan Perempuan Berbakti 2025 menyoroti kontribusi perempuan di sektor strategis seperti kesehatan, pendidikan, energi, pangan, hingga pemberdayaan ekonomi dan sosial.
“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi juga untuk semua perempuan yang berjuang membuktikan bahwa kita juga mampu,” tambahnya.

Di balik pencapaian ini, terdapat peran besar PT Cipta Kridatama (CK). Sebagai salah satu kontraktor tambang terbesar di Indonesia, CK secara konsisten mengedepankan budaya kerja inklusif dan program pengembangan karyawan yang berkelanjutan.

“Kami percaya keberagaman adalah kekuatan penting bagi kemajuan suatu perusahaan dan industri tambang. Perempuan membawa perspektif baru, kesabaran, dan ketelitian yang penting bagi keselamatan dan kualitas kerja,” tutur Direktur PT Cipta Kridatama, Roni Setyawan.

CK dikenal aktif mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk memberikan peluang upskilling bagi karyawan perempuan. Lingkungan kerja yang kondusif, terbuka, dan sportif jadi salah satu pilar penting perusahaan dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing.

“Kami bangga bisa jadi bagian perjalanan Apriaty. Ia bukti nyata bahwa dedikasi, kerja keras, serta kesempatan yang setara dapat melahirkan perubahan besar,” pungkas Roni.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore