
Buka Puasa Bersama dan Media Gathering Pertagas di Jakarta, Senin (1/4).
JawaPos.com - PT Pertamina Gas (Pertagas) mengalokasikan belanja modal USD 77 juta untuk tahun 2024. Direktur Utama Pertagas, Gamal Imam Santoso, menuturkan bahwa sebagian besar capex dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur energi di Arun yang dikelola anak usahanya, PT Perta Arun Gas.
"Sisanya dialokasikan untuk kebutuhan upgrading fasilitas pipa minyak di Rokan. Selain itu ada dialokasikan untuk proyek pipa BBM Cikampek-Plumpang," katanya di sela-sela kegiatan Buka Puasa Bersama dan Media Gathering Pertagas di Jakarta, Senin (1/4).
Gamal menyampaikan bahwa sepanjang 2023 Pertagas meraih laba bersih USD 196,7 juta, naik 18,2 persen dibanding raihan laba bersih 2022 sebesar USD 164,7 juta. "Pada tahun ini, target profit Pertagas sebesar USD 218 juta," lanjutnya.
Dalam kesempatan sama, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Pertamina Gas, Agung Indri Pramantyo, mengatakan, proyek pipa BBM Cikampek-Plumpang merupakan sinergi diantara perusahaan Pertamina Group, yakni antara Pertagas dan Pertamina Patra Niaga.
"Pipanya ukuran 16 inci dengan panjang 94 km dari Cikampek ke Plumpang," kata Agung.
Dia menambahkan, pipa BBM Cikampek-Plumpang sekitar 40-45 persen akan melewati jaringan pipa Pertagas yang sudah ada. Dengan demikian, lahan yang digunakan sebagian besar milik Pertagas, sehingga diharapkan menciptakan efisiensi.
Untuk proyek pipa BBM Cikampek-Plumpang, Pertagas mengalokasikan belanja modal USD 97 juta. Proyek tersebut diperkirakan akan tuntas tiga tahun mendatang.
"Awal yang dilakukan adalah penyiapan lahan. Kami akan mulai progress pembangunan pada akhir tahun ini," kata Agung.
Infrastruktur Energi
Gamal mengatakan, Pertagas sudah mulai shifting, dari yang awalnya berfokus pada penyaluran gas bumi ke seluruh Indonesia, kini sudah berubah menjadi sebuah perusahaan infrastruktur energi. Pertagas tidak lagi berkutat pada bisnis gas bumi, namun sudah lebih maju.
Bahkan, saat ini sudah mempunyai infrastruktur pipa minyak di Blok Rokan yang dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan. Infrastruktur pipa Rokan sudah berjalan sekitar 1 tahun lebih dan sudah mengalir.
"Kami juga berkontribusi untuk membantu PHR yang hari ini menjadi perusahaan dengan lifting minyak terbesar di Indonesia," kata Gamal.
Pertagas juga sudah sudah merambah ke bisnis LNG, terutama terkait infrastruktur di wilayah Arun. LNG Hub & Terminal Arun saat ini dikelola anak usaha Pertagas, yakni Perta Arun Gas.
Perta Arun sendiri selain melakukan regasifikasi juga sudah mengarah pada LNG storage dengan fasilitas yang dimiliki saat ini yaitu empat buah tangki yang masih aktif sebagai tempat bunkering LNG. "Kami juga punya anak usaha, Pertagas Niaga yang memproduksi dan menjual mini LNG. Ini sudah jalan dan kami menjual LNG secara ritel, misalnya di Bali dan sebagian wilayah Kalimantan," kata Gamal.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
