Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Oktober 2022 | 16.53 WIB

Dukung Pencapaian Net Zero Emission, Begini Strategi Pertamina

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - PT Pertamina (Persero) bersama para Sub Holding berkomitmen dalam pemenuhan target Net Zero Emission (NZE) Nasional melalui percepatan transisi energi. Mencakup inisiatif dekarbonisasi dan pengembangan bisnis baru, baik secara mandiri maupun kerja sama dengan pihak lain.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, komitmen tersebut mencakup aspek strategi serta pathway yang akan dijalankan, serta segala aspek yang mendukung untuk memperkuat pencapaian target NZE dan keberlangsungannya.

"Kita sudah sama-sama saksikan komitmen yang sudah ditandatangani. Kita menetapkan roadmap net zero emission sebagai dukungan kita kepada Nationally Determined Contribution Indonesia yang baru saja direvisi. Dan, pemerintah telah menetapkan target yang lebih ambisius jadi kita ikuti," kata Nicke dalam keterangan resmi, Sabtu (8/10).

Ia menjelaskan, komitmen NZE Pertamina itu akan diwujudkan dengan strategi pengembangan dan penyusunan Peta Jalan NZE Pertamina yang mencakup strategi dekarbonisasi dan pengembangan bisnis baru berbasis clean and green energy.

Adapun pelaksanaannya, Pertamina akan didukung oleh carbon accounting dan reporting yang akurat sesuai dengan standard global, implementasi Internal Carbon Pricing dan Carbon Trading. Lalu, pembentukan dedicated sustainability organization, dan penguatan fundamental capabilities serta penyelarasan dengan stakeholder terkait.

"Peta Jalan NZE Pertamina disusun untuk menjadi salah satu acuan dan kerangka kerja yang dapat digunakan oleh stakeholder untuk melihat komitmen Pertamina dalam mencapai target NZE serta memenuhi aspek Environment, Social and Governance (ESG) perusahaan," jelasnya.

Nicke menambahkan, upaya dekarbonisasi dalam rangka implementasi roadmap NZE diwujudkan dalam beberapa inisiatif strategis. Diantaranta, berupa upaya efisiensi energi, loss reduction, elektrifikasi dan penggunaan low-carbon fuel maupun green-power generation serta optimalisasi carbon capture and storage di semua lini bisnis perusahaan.

"Indonesia punya potensi untuk carbon capture storage besar sekali. Di asia itu hanya di Indonesia dan Malaysia yang punya. Indonesia banyaknya onshore, Malaysia banyaknya di offshore. Jadi, secara competitive advantage kita punya, oleh karena itu, ini adalah our new oil and gas bussines carbon capture," imbuh Nicke.

Selain itu, sebagai upaya untuk mengakselerasi implementasi pemenuhan target penurunan emisi di internal Pertamina dan nasional, Pertamina juga berperan aktif dalam mengembangkan carbon market ecosystem melalui pelaksanaan pilot carbon trading di internal Pertamina.

Pertamina juga, kata Nicke, turut berkontribusi dalam pengembangan sinergi pengembangan ekonomi karbon antar BUMN. Hal itu dilakukan sebagai implementasi nyata dalam mendukung inisiatif dekarbonisasi. Di antaranya kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia terkait Pengembangan Perdagangan Bisnis Karbon, Krakatau Steel dan TEPCO terkait dengan Pengembangan Green Hydrogen, serta Chiyoda terkait dengan inisiatif CCUS.

"Kita harus menyiapkan masa depan Pertamina dari sekarang karena apa yang kita lakukan semuanya tidak bisa flat begitu saja. Jadi, semua rencana harus kita desain untuk masa depan," tandas Nicke.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore