Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Agustus 2022 | 01.25 WIB

JTB dan Sumur Gas Lain segera On Strem, Produsen-Konsumen Dipertemukan

Ilustrasi eksplorasi migas PT Saka Energi Indonesia - Image

Ilustrasi eksplorasi migas PT Saka Energi Indonesia

JawaPos.com – Pemerintah menggenjot produksi industri migas. Mereka pun mempertemukan produsen dengan konsumen untuk bisa mengoptimalkan gas alam.

Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman mengatakan, gas merupakan komoditas vital untuk transisi energi di Indonesia. Meskipun memulai transisi energi baru terbarukan (EBT), kebutuhan energi fosil masih bakal meninggi dalam beberapa tahun ke depan.

"Kita tahu bahwa produksi LPG dan propana di Indonesia menurun. Akhirnya, impor LPG meningkat," ujarnya dalam pembukaan Gas Expo di Surabaya Senin (29/8).

Gas alam dipilih sebagai sumber energi yang ideal untuk transisi karena fungsinya bukan hanya untuk menggerakkan mesin. Namun, bisa dijadikan bahan pendukung industri kimia.

Karena itu, SKK Migas terus menggenjot produksi di wilayah lumbung energi seperti Jatim. Proyek-proyek gas baru kini mulai terealisasi.

"Hari ini (kemarin, Red) saya mendapat kabar baik bahwa JTB (Jambaran Tiung Biru) akhirnya gas in. Seharusnya tak lama lagi bakal on stream," ungkapnya.

JTB yang dikelola Pertamina EP Cepu (PEPC) itu bisa menyalurkan gas alam hingga 192 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd). Jumlah itu menambah kapasitas produksi wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) yang saat ini sebesar 520 mmscfd.

"JTB mengganti peran Blok Cepu," katanya.

Saat ini Blok Cepu menjadi produsen minyak terbesar secara nasional dengan kontribusi mencapai 28 persen dari produksi total nasional. Sayangnya, tahun ini produksinya menurun karena faktor alamiah dan beberapa kendala teknis yang menghambat operasi.

"Penurunan ini bisa diantisipasi dengan segera merealisasikan rencana percepatan pengeboran infill drilling dan Kedung Keris West serta pengembangan untreated gas," tuturnya.

Fatar menambahkan bahwa masih ada beberapa sumur gas di wilayah Jawa yang bisa on stream dalam waktu dekat. Misalnya, proyek yang sedang dikelola Husky-CNOOC Madura Limited. Proyek dengan potensi gas sebanyak 100 mmscfd itu diperkirakan mulai on stream dalam kuartal IV tahun ini.

"Ini yang harus diperhatikan. Karena kalau produksi tambahan ini tak dimanfaatkan, bisa jadi oversupply," paparnya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Nurwahidi mengatakan, potensi pertumbuhan produksi gas di wilayahnya cukup besar. Pada 2030 produksi di Jabanusa bisa tembus 900 mmscfd. Karena itu, pengusaha dan masyarakat seharusnya tak perlu khawatir dengan suplai.

LAJU PRODUKSI GAS BUMI 10 TAHUN TERAKHIR

Tahun | Produksi

2012 | 8.419 mmscfd

2013 | 8.130 mmscfd

2014 | 8.218 mmscfd

2015 | 8.078 mmscfd

2016 | 7.938 mmscfd

2017 | 7.620 mmscfd

2018 | 7.764 mmscfd

2019 | 7.235 mmscfd

2020 | 6.665 mmscfd

2021 | 6.662 mmscfd

Sumber: Laporan Tahunan SKK Migas 2021

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore