
PERTAMA: Presiden Jokowi meresmikan PLTB pertama di Indonesia, di Kabupaten Sidrap, Sulsel, Senin (2/7).
JawaPos.com - Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Joko Tri Haryanto menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan investasi hingga Rp 28.233 triliun dalam rangka mencapai target transisi energi bersih pada 2060 atau lebih cepat.
"Total kebutuhan net zero emission (NZE) 2060 itu hampir tujuh kali lipat dibandingkan NDC 2030. Jadi secara total kebutuhannya Rp 28.233 triliun," katanya pada Webinar bertajuk Tantangan Sektor Kelistrikan dalam Transisi Energi di Jakarta, Kamis (9/6).
Joko menuturkan jumlah tersebut merupakan tujuh kali lipat dari kebutuhan Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 yang sebesar Rp 3.779 triliun. Oleh sebab itu, ia mengatakan pemerintah membutuhkan dukungan pendanaan melalui investasi baik dari sisi downstream, midstream, dan upstream agar target NZE 2060 dapat tercapai.
Berdasarkan peran kebutuhan investasi sebesar Rp 28.233 triliun tersebut, secara rinci ditujukan untuk sektor agrikultur Rp 1,44 triliun dan kehutanan Rp 70,14 triliun.
Kemudian juga untuk energi dan transportasi Rp 26.601 triliun, Industrial Process and Product Use (IPPU) Rp 730,8 triliun, serta limbah Rp 828,83 triliun.
Sementara kebutuhan NDC 2030 sebesar Rp 3.779 triliun meliputi sektor agrikultur Rp 4,04 triliun, kehutanan Rp 93,28 triliun, energi dan transportasi Rp 3.500 triliun, IPPU Rp 0,92 triliun, serta limbah Rp 185,27 triliun.
Joko menegaskan, investasi baik dari sisi downstream, midstream, dan upstream sangat dibutuhkan mengingat kapasitas pendanaan dari pemerintah sangat terbatas. Pemerintah sendiri telah melakukan penandaan anggaran mitigasi dan adaptasi perubahan iklim atau climate budget tagging melalui anggaran pendapatan belanja (APBN) sejak 2016.
Di sisi lain, upaya pemerintah melalui climate budget tagging hanya mampu memenuhi 34 persen dari 100 persen kebutuhan setiap tahun sehingga terdapat gap mencapai 66 persen.
"Makanya pencapaian NDC 2030 dan NZE 2060 itu bukan hanya tanggung Jawab pemerintah semata," tegas Joko.
Sebagai informasi, pemerintah Indonesia telah meratifikasi Paris Agreement yang di dalamnya terdapat komitmen NDC pada 2016. Berdasarkan komitmen ini, Indonesia menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan kemampuan sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional pada 2030.
Bahkan pada dokumen update NDC 2021 melalui long term strategy-low carbon and climate resilience (LTS-LTCCR), Indonesia juga menargetkan untuk mencapai NZE pada 2060 atau lebih awal.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
