Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 November 2018 | 01.34 WIB

Mengamalkan Sila Kelima Pancasila Melalui BBM Satu Harga

Petugas SPBU Pertamina bersiap mengoperasikan dispenser bahan bakar untuk kendaraan bermotor - Image

Petugas SPBU Pertamina bersiap mengoperasikan dispenser bahan bakar untuk kendaraan bermotor


"Insya Allah bisa menjual BBM satu harga meski minyak dunia saat ini tengah mahal. Alasannya bukan soal volumenya kecil tapi ini adalah program kebangsaan. Ini programnya pemerintah bukan masalah untung rugi. Mengenai tempat semua koordinasi, itu 150 titik untuk 3 tahun jadi semua sudah ada kajiannya," tegas dia.


Kini, berjalannya BBM satu harga membuat beberapa wilayah terpencil di Indonesia, seperti di Papua Barat, sudah bisa menikmati harga BBM setara harga di Pulau Jawa. Jauh sebelum itu, masyarakat setempat menikmati harga BBM hingga Rp 50 ribu per liter.


Sementara, Anggota Komite Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Hendry Ahmad menilai, kebijakan BBM satu harga diberlakukan lantaran kebutuhan masyarakat terhadap BBM masih cukup tinggi.


“Semua sektor membutuhkan energi, dan kebutuhannya masih sekitar 85 persen bergantung pada BBM,” tuturnya. 


Sisa 15 persen kebutuhannya masih bergantung pada energi terbarukan. Oleh karena itu, dia menegaskan pemerintah bersama Pertamina dan pemangku kepentingan lainnya saat ini akan terus bersinergi mengupayakan agar masyrakat bisa memperoleh BBM dengan mudah. 


“Ketersediaan BBM. Jangan sampai BBM tidak ada,” pungkas Hendry.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore