
Batu bara
JawaPos.com - Jelang debat Pilpres 2019 pada Minggu (17/2) mendatang, pengamat ekonomi Faisal Basri mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sektor batu bara. Menurutnya, pemerintah saat ini cenderung mengabaikan kondisi cadangan batu bara dalam negeri.
Dia menyebutkan cadangan batu bara dalam negeri hanya 2,2 persen dari total cadangan dunia. Jumlah itu diperkirakan bakal habis dalam 49 tahun.
Dari total cadangan tersebut, Indonesia menjadi negara kedua pengekspor batu bara terbesar di dunia setelah Australia. Dia mencatat, sebanyak 16,1 persen dari total cadangan di ekspor. Sementara, Australia mencapai 36,6 persen.
Hanya saja, ada perbedaan mencolok dari kedua negara. Negeri Kangguru justru punya cadangan yang lebih besar dibanding Indonesia, yakni 14 persen dari total cadangan dunia. Hal inilah yang dinilai sebagai bentuk eksploitasi berlebihan terhadap komoditi tersebut.
"Kita ini seperti kesurupan, menghabiskan SDA sebanyak mungkin sehingga tidak peduli ke generasi yang akan datang," ujarnya dalam diskusi di Restoran Rantang Ibu, Jakarta, Kamis (14/2).
Ekonom UI ini menegaskan, tidak semua cadangan batu bara harus dieksploitasi. Amerika Serikat misalnya, total produksinya mencapai 9,9 persen, namun yang diekspor hanya 8,9 persen. Namun, Negeri Paman Sam itu memiliki total cadangan batu bara yang cukup besar, yakni 24,2 persen dari total cadangan dunia. Jumlah itu diperkirakan bakal habis dalam 300 tahun.
"Reserve (cadangan) tidak semua harus diamnbil. Artinya SDA kita tidak di eksploitasi gila-gilaan di obral ke luar, tapi bukan dimaksimalkan untuk dalam negeri," tuturnya.
Menurutnya, Indonesia dianggap mirip dengan Tiongkok. Negeri Tirai Bambu itu merupakan negara yang melakukan pengurasan cadangan paling tinggi. Tiongkok begitu getol ‘menggaruk’ cadangan batu baranya, tercermin dari pangsa produksi di dunia yang 3,5 kali dari pangsa cadangan di dunia.
Indonesia berada di posisi kedua sebesar 3,3 kali. Namun, produksi batu bara China sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya.
"Jadi diperkosa banget, kecuali Tiongkok, jangan ditiru," tegasnya.
Oleh karena itu, dia berharap siapapun nantinya yang terpilih bisa mengoptimalkan potensi sumber daya alam (SDA) Indonesia dengan baik. "SDA itu harus dijadikan ujung tombak pembanguann nasional, menggerakan seluruh sektor ekonomi," pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
