Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Juli 2023 | 01.33 WIB

Transisi Energi Adalah Keniscayaan, tapi Fosil Masih Memegang Peranan Penting

Ilustrasi kondisi WK Migas saat ini - Image

Ilustrasi kondisi WK Migas saat ini

JawaPos.com - Transisi energi MASIH menjadi pembahasan para pelaku sektor migas. Akan tetapi, untuk meningkatkan produksi migas membutuhkan investasi hulu yang tidak sedikit.

Hal itu diakui pihak Indonesian Petroleum Association (IPA). Vice President IPA Ronald Gunawan mengatakan, para pelaku sektor hulu migas sepakat bahwa transisi energi merupakan keniscayaan dan tidak bisa dihindari. Namun, dalam konteks kebutuhan energi yang masih tinggi dan cenderung meningkat karena pertumbuhan ekonomi. Hal itu diyakini bahwa energi yang bersumber dari migas masih diperlukan sambil pemerintah mengembangkan energi baru dan terbarukan di Indonesia pada jumlah yang dibutuhkan.

“Oleh karena itu, energi fosil masih akan memegang peranan penting untuk memenuhi kebutuhan dan mendukung ketahanan energi,” ujar Ronald Gunawan dalam konferensi pers “Road to IPA Convex 2023”, di Jakarta, Kamis (20/7).

Adapun Indonesian Petroleum Association (IPA) kembali menggelar konvensi dan pameran ke-47 tahun 2023 (47th IPA Convex 2023) dengan mengusung tema “Enabling Oil & Gas Investment and Energy Transition for Energy Security”. Event tersebut dijadwalkan berlangsung secara luring (offline) di ICE, BSD City, Tangerang, pada 25-27 Juli 2023.

Vice President IPA Ronald Gunawan mengatakan, tema IPA Convex tahun ini dipilih dengan mempertimbangkan dua kondisi utama, yaitu transisi energi dan investasi hulu migas.

Dia menambahkan, sektor hulu migas menjadi bagian yang tidak terlepas dari rencana para pemangku kepentingan. Sektor energi harus menghasilkan energi yang bersih ke depannya, sehingga target net zero emission pada 2060 dapat tercapai lebih cepat. Adapun usaha penurunan emisi karbon salah satunya dilakukan terutama dengan menggunakan teknologi CCS/CCUS.

Ronald menyebut, para pemangku kepentingan di sektor hulu migas di IPA Convex tahun ini akan mencari solusi agar kedua target yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai. Yaitu, penurunan emisi karbon dan peningkatan produksi migas.

“Pemenuhan kebutuhan energi dan upaya mengurangi emisi karbon untuk membantu mengurangi pemanasan global harus dapat berjalan bersama,” ujar dia.

Ketua Panitia Convex IPA 2023 Krishna Ismaputra menambahkan, IPA Convex 2023 diharapkan dapat menjadi perhelatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat luas. "Masyarakat diharapkan dapat lebih memahami peran penting industri migas dalam masa transisi energi, sekaligus memberikan awareness tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan menekan emisi karbon,” tuturnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore