Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 April 2026 | 00.10 WIB

Situasi Geopolitik Global Tidak Pasti, Saatnya Indonesia Punya Ketahanan Energi

Direktur Eksekutif Indonesia Petroleum Association (IPA), Marjolijn Wajong. (Dok. JawaPos.com) - Image

Direktur Eksekutif Indonesia Petroleum Association (IPA), Marjolijn Wajong. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Situasi geopolitik global dalam kondisi penuh ketidakpastian. Efeknya, rantai pasok energi berpengaruh. Indonesia tidak bisa diam dalam kondisi ini. Indonesian Petroleum Association (IPA) harus ada langkah-langkah menjaga pasokan energi domestik. 

Direktur Eksekutif Indonesian IPA Marjolijn Wajong menuturkan, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, ketahanan energi menjadi prioritas utama banyak negara, termasuk Indonesia. 

Disrupsi rantai pasok, dinamika kawasan, serta kompetisi global membuat banyak negara memperebutkan investasi di sektor energi. Hal itu yang mendorong pemerintah dan pelaku industri menjaga pasokan energi nasional. "Dinamika ini nanti akan kita diskusikan dengan sejumlah pemangku kepentingan," ujar Marjolijn Wajong di Jakarta pada Senin (20/4).

Adapun diskusi dikemas dalam konvensi tahunan IPA mendatang dalam tajuk Leadership Roundtable Talk (LRT). IPA Convex selalu menjadi forum yang mempertemukan para pejabat pemerintah, pimpinan industri, serta para pakar sektor hulu migas untuk membahas arah kebijakan dan strategi dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Nantinya Leadership Roundtable Talk di IPA Convex turut menghadirkan Wakil Menteri ESDM Yuliot; Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Wakil Kepala BPKM Todotua Pasaribu; dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi, Purnomo Yusgiantoro.

Tidak ketiggalan, Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya; President and Group CEO of PETRONAS Tengku Muhammad Taufik Tengku Kamadjaja Aziz; Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional, Hilmi Panigoro; dan nama-nama lainnya.

Forum itu akan membahas ketahanan energi yang kini semakin erat dengan aspek pendanaan. Negara perlu mengadopsi strategi diversifikasi sumber pasokan dan memperkuat kolaborasi regional lintas sektor energi untuk meningkatkan resiliensi. 

Indonesia pun dituntut untuk mampu bersaing dalam menarik investasi hulu migas di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan ketatnya disiplin alokasi modal global.

Untuk diketahui, saat ini pemerintah telah menetapkan satu kebijakan yang strategis demi memastikan adanya ketersediaan pasokan energi bagi kebutuhan domestik. Pemerintah tidak mengizinkan kontraktor melakukan ekspor minyak mentah yang menjadi bagian mereka demi memastikan kebutuhan minyak mentah untuk dalam negeri Indonesia tercukupi. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore