
istimewa
JawaPos.com – PT Pakuwon Jati Tbk menyiapkan belanja modal (capital expenditure) senilai Rp 2,8 triliun untuk mendukung ekspansinya tahun ini. Dari total dana yang disiapkan, sebesar Rp 1 triliun dialokasikan untuk renovasi dan kontruksi proyek properti di Jogjakarta dan Solo. Sisanya sebesar Rp 1,8 trilun disiapkan untuk rencana pembelian lahan baru, pembiayaan sejumlah proyeknya.
"Capex yang telah digunakan mencapai Rp 165 miliar untuk pengembangan proyek di Bekasi," ujar Direktur Keuangan Pakuwon Jati, Minarto Basuki dalam paparan publik di Jakarta, Selasa (5/7).
Tahun ini, Pawukon berharap bisa membukukan marketing sales sebesar Rp 1,8 triliun, tumbuh sekitar 25 persen dibanding realiasi marketing sales 2021 yang mencapai Rp 1,43 triliun. Hingga kuartal I 2022, marketing sales perseroan mencapai Rp 380 miliar. "Perolehan kuartal I, sepetti biasa masih kecil, nanti akan tumbuh signifikan pada akhir tahun," kata Direktur Opesional Pakuwon Jati, Ivy Wong.
Terkait dengan kekhawatiran kenaikan suku bunga, Ivy optimistis tidak mempengaruhi targe-target yang telah ditetapkan perusahaan. "Tingkat bunga saat ini sangat rendah, cukup bagus untuk investasi di sektor properti," katanya.
Dia mengungkapkan bahwa 65 konsumen membeli dengan memanfaatkan pinjaman perbankan. Sisanya 30 persen pembelan dilakukan secara cash bertahap dan 5 persen secara tunai.
Ivy menyebut Pakuwon saat ini mengelola land banking seluas 465 hektare yang terbesar di Surabaya Barat, Surabaya Timur dan Jakarta. "Lahan itu masih cukup untuk pengembangan 10 tahun ke depan, disamping kita terus melakukan pembelian lahan baru," katanya.
Sementara itu, dalam paparan publik perseroan, Direktur Keuangan PT Pakuwon Jati Minarto Basuki mengungkapkan pembagian dividen tunai dari tahun buku 2021 sebesar Rp 193 miliar, setara dengan 14 persen dari Rp 1,38 triliun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk.
PT Pakuwon Jati membukukan pendapatan bersih tahunan 2021 Rp 5,713 triliun, naik 43,7 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,977 triliun. Laba Bruto tahun ini tercatat Rp 2,764 triliun, naik 42,4% dibanding tahun lalu Rp 1,941 triliun. Adapun laba bersih per saham (Earning Per Share/ EPS) tumbuh 48,7%.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
