
Karyawan melintas di dekat latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (3/1/2022). Pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia pada 2022 dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. IHSG ditutup na
JawaPos.com - Kementerian Investasi/ BKPM mengungkapkan investasi di Tanah Air tetap menarik kendati tengah diterjang pandemi Covid-19. Buktinya pada saat pandemi berlangsung pada 2020, Kementerian Investasi mencatat realisasi investasi yang melampaui target.
"Perkembangan realisasi investasi mencapai Rp 826,3 triliun pada 2020. Ini mencapai 101,1 persen dari target Rp 817,2 triliun," ujar Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Riyatno dalam webinar bertajuk Investment Outlook 2022: Arah Investasi dan Optimisme Pasca Putusan MK Terkait Omnibus Law di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Bukan cuma itu, pihaknya bahkan berhasil menyeimbangkan komposisi investasi di Indonesia. Yang menarik, di sini Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menunjukkan keseimbangan dengan Penanaman Modal Asing (PMA).
"Berdasarkan data kami, PMDN mencapai 50,1 persen atau Rp413,5 triliun, sedangkan PMA 49,9 persen atau Rp412,8 triliun," jelasnya.
Yang lebih menariknya lagi, lanjut Dia, investasi di luar Pulau Jawa menembus 50,5 persen. Sedangkan investasi di pulau Jawa porsinya 49,5 persen. "Ini satu hal yang luar biasa karena selama atau sebelum ada Kementerian Investasi umumnya PMA lebih tinggi dari PMDN, sedangkan investasi juga kebanyakan di Jawa," imbuhnya.
Tak beda jauh, pada tahun 2021 realisasi investasi dari Januari hingga September 2021 sudah mencapai 73,3 persen atau Rp 659,4 triliun dari target Rp 900 triliun. Dia menambahkan, lagi-lagi tahun lalu menunjukkan perkembangan yang menarik dimana PMA dan PMDN-nya tetap seimbang.
PMA dan PMDN pada kisaran yang seimbang PMA 50,3 persen dan PMDN 49,7 persen. Realisasi investasi antara Jawa dan luar Jawa masih menunjukkan hal positif, luar Jawa 51,7 persen dan Jawa 48,3 persen.
"Artinya ini sesuatu yang sangat baik supaya realisasi investasi ini seimbang bukan hanya di Jawa," katanya.
Menurutnya, keberhasilan ini tak lepas dari lima langkah BKPM dalam memfasilitasi investor. Pertama, melakukan promosi untuk meyakinkan investor bahwa RI ramah investasi.
Langkah kedua, membantu layanan perizinan. Ketiga, membantu financial closing.
Keempat, membantu sampai tahap produksi. Dan terakhir, membantu layanan end to end kepada investor sampai investasi terealisasi.
Investor Ritel Meningkat
Pada kesempatan yang sama, SEVP Layanan dan Pengembangan Perusahaan Tercatat Bursa Efek Indonesia (BEI) Saptono Adi Junarso mengungkapkan, pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini telah mendorong masyarakat mengalokasikan pengeluarannya untuk investasi. Hal ini berdampak positif pada jumlah dan komposisi transaksi investor di pasar modal.
"Kondisi pandemi kemarin ternyata banyak investor mengalokasikan pengeluarannya untuk investasi. Dampak positifnya, 2021 komposisi transaksi investor khususnya investor ritel meningkat dari 36 persen menjadi 56,2 persen," kata dia.
"Dan yang patut kita syukuri adalah jumlah investor yaitu mencapai 7.152.318 investor pada 2021. Kalau dibandingkan tahun lalu kenaikannya mencapai 84,3 persen," ungkapnya lagi.
Kemudian yang paling menarik adalah kini investor di pasar modal lebih dari 50 persennya merupakan generasi milenial. "Saat ini investor sudah dapat mengantisipasi adanya PPKM sehingga tidak memengaruhi pola transaksi di pasar. Kenormalan baru, infrastrukturnya dimana transaksi online mulai terbuka jadi lebih memudahkan mereka," kata Saptono.
Per Desember 2021, BEI mencatat ada 766 perusahaan tercatat saham dan 123 perusahaan tercatat obligasi dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 8.255,6 triliun. Sementara IHSG pada penutupan tahun 2021 mencapai 6,581.5 dengan rata-rata perdagangan saham harian Rp 13,4 triliun.
"Ini sudah lebih tinggi dibandingkan pada saat sebelum pandemi jadi bisa dibilang kita sudah menunjukkan recovery," tuturnya.
Sementara itu, Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti mengungkapkan, pada investasi tahun 2022, perusahaannya akan fokus pada saham dan obligasi. "Untuk saham, kami overweight. Kami memiliki pandangan yang positif untuk saham Indonesia pada 2022," ujarnya.
Ia menjelaskan pihaknya telah memulai peningkatan eksposur secara progresif pada sektor siklikal seiring dengan ekspektasi pemulihan ekonomi 2022. Kemudian, untuk obligasi, dia menjelaskan bahwa perusahaannya menyikapi hal ini dengan netral.
"Bukan berarti obligasi itu kami langsung jual karena ada isu inflasi dan kenaikan tingkat bunga, itu tidak. Tapi, obligasi di sini kami netral," ungkapnya.
Jaga Momentum Tahun ini
Di sisi lain, Kepala Ekonom Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat memberikan tiga strategi investasi tahun ini. Pertama yang perlu dilihat adalah dinamika ekonomi makro global.
Kedua, fundamental ekonomi dan keuangan domestik. Dan ketiga, market positioning yang tetap mengacu pada kehadiran investor asing. Yang menarik dari tahun lalu adalah banyak investor asing keluar dari pasar SBN sehingga kepemilikan SBN proporsinya sudah jauh dari 20 persen.
"Ini kesempatan bagi investor domestik untuk masuk. Saya punya alasan untuk optimistis dengan pasar modal Indonesia, namun ada catatan lain. Catatannya karena selama pandemi kita melihat namanya pemulihan kurva K-shape, dimana ada sektor pemenang, ada sektor pecundang, ada industri baru yang dikaitkan dengan kehadiran tekfin," tandasnya.
Direktur Jasa Capital AM Rully Anwar, menuturkan, prospek investasi di Indonesia ke depan tetap menjanjikan dan semakin bergeser dari industri pengolahan ke jasa baik PMDN dan PMA. Bila diidentifikasi, menurutnya, Indonesia punya raw material (bahan baku) yang bagus dan banyak.
Kemudian memiliki SDM yang artinya potensi domestik pasarnya besar, dan pertumbuhan ekonominya berada pada jalur yang baik. "Tiga hal ini seharusnya bisa menambah keinginan dan antusiasme investor untuk keep on investing, bahkan menambah investasinya di Indonesia lebih banyak lagi," sebutnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
