Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Oktober 2019 | 02.19 WIB

Cara Mudah untuk Menabung

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Menabung itu penting agar masa depan tetap terjaga baik. Semua orang pasti tahu. Tapi pada praktiknya, tidak banyak orang mampu konsisten menyisihkan sebagian penghasilan untuk menabung, apalagi berinvestasi demi masa depan.

Ada banyak penyebab mengapa menabung itu terasa sulit dilakukan. Mulai dari memang kebutuhan lebih besar dibanding pendapatan, terlalu boros atau sengaja boros demi konten dan demi diajak nongkrong teman kantor hingga memang belum terpikir untuk menyisihkan gaji serta menabung.

Anda salah satunya? Jangan menyerah, masih banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk bisa konsisten menabung dan tidak gagal terus. Dilansir dari Treasury, berikut beberapa langkah mudah untuk membuat menabung terasa menyenangkan.

1. Mulai Menabung dengan Nominal yang Sesuai Kemampuan
Menabung itu penting, tapi bukan berarti Anda harus menghabiskan seluruh gaji (setelah dikurangi tagihan) untuk menabung. Kadang, menabung jadi terasa berat karena kita harus menyisihkan tabungan cukup besar. Sebagai permulaan, coba menabung sesuai dengan kemampuan. Seiring waktu dan kenaikan gaji, mulai tingkatkan budget menabung tiap bulan.

2. Paksakan Diri Menabung
Kalau mengikuti hasrat, tentunya kita ingin foya-foya dan beli semua barang yang kita inginkan. Itu sebabnya, kita harus punya batasan dan memaksakan diri untuk menabung. Buatlah goal yang ingin dicapai dengan uang tabungan kita. Misal, liburan ke Raja Ampat, lalu bayangkan diri Anda santai-santai di sana tanpa perlu berutang. Semangat ini akan mendorong Anda untuk menabung.

3. Saving Before Spending, Bukan Sebaliknya
Warren Buffet pernah bilang, “Do not save what is left after spending, instead spend what it left after saving.” Treasury setuju banget. Menabung di awal bulan dan saat uang sedang banyak-banyaknya itu akan jauh terasa lebih ringan dibanding ketika gaji sudah digunakan untuk jajan atau membayar tagihan. Coba gajian mendatang, langsung sisihkan paling tidak 10 persen untuk menabung.

4. Beri Tabungan Nama
Aneh? Nggak juga kok. Secara psikologis, hal ini justru bisa membantu Anda lebih keukeuh menabung. Misal, Anda tengah menabung untuk menonton konser U2 di London, namai tabungan Anda sesuai targetnya, “Nonton U2 di London” Tiap kali Anda merasa hasrat untuk mengambil tabungan itu muncul, coba pikirkan baik-baik, “kalau duit diambil, nanti nggak bisa nonton U2 lho…” niscaya, keinginan Anda untuk mengambil uang akan hilang dengan sendirinya. Itulah pentingnya punya target dalam menabung.

5. 'Sembunyikan' Tabungan Anda
Salah satu hal yang bikin orang gagal menabung adalah karena tabungan mudah diambil, kapan dan di mana saja. Jika dianalogikan, mirip lah dengan orang yang gagal diet karena tidak tahan melihat makanan sliweran. Triknya adalah, ‘menyembunyikan’ tabungan Anda agar tidak mudah diambil. Caranya, buka rekening khusus di bank sekunder (bukan yang sering Anda gunakan untuk transaksi), kalau bisa, tidak usah minta kartu debet agar tidak tergoda tiap lihat ATM.

6. Autodebet Rules
Godaan untuk jajan kopi tiap hari, atau belanja diskonan di tengah bulan itu memang tiada terbendung dan bikin kita mungkin kurang disiplin menyisihkan uang dan menabung -dengan mengandalkan kemauan diri sendiri. Nah, coba manfaatkan fitur autodebet yang ditawarkan bank tempat Anda menyimpan uang. Fitur ini akan ‘memaksa’ Anda menabung, walau berat hati, karena uang dalam rekening Anda akan terpotong dengan sendirinya dan masuk ke rekening tabungan yang sengaja dibuat.

Cobalah untuk menyeting autodebet di awal bulan, atau di sehari setelah gaji turun. Tentukan juga besaran yang menurut Anda masih masuk akal, paling tidak 10 persen dari pendapatan. Gaji Anda otomatis dipotong tiap bulan, dan Anda pun tidak akan merasa sedang menabung.

7. 'Kunci' Tabungan Anda
Tidak ada fitur autodebet? Coba ‘kunci’ tabungan Anda hingga sulit untuk dibobol. Gunakan produk tabungan berjangka, seperti deposito yang akan memberi Anda penalti jika mengambil uang sebelum waktu pengambilan yang telah ditetapkan, sehingga Anda akan merasa sayang untuk menghentikan tabungan. Satu hal yang harus diperhatikan, umumnya deposito atau tabungan berjangka itu punya batas minimal penyimpanan uang, agar tercapai, baiknya Anda menabung dulu untuk mencapai batas tersebut, dan setelah terkumpul baru pindahkan ke tabungan berjangka.

8. Buat Rencana Menabung Secara Detail
Makin detail rencananya, makin semangat kita untuk menjalankannya. Termasuk juga untuk urusan menabung. Mulai tuliskan rencana tabungan dengan detil, dan letakkan rencana itu di tempat yang bisa Anda lihat kapan saja.

Tentukan rencana menabung atau target tabungan yang ingin dicapai. Misal, ingin mengumpulkan dana darurat dalam waktu 1 tahun: untuk Anda yang masih single, dana darurat adalah sebesar 3x besar pengeluaran. Jika pengeluaran per-bulan adalah Rp 3 juta, maka dana darurat yang harus dikumpulkan adalah Rp 12 juta. Mulailah dengan menyisihkan paling tidak 10 persen dari gaji dan disimpan dalam rekening khusus tabungan dana darurat.

9. Selain Menabung, Cobalah Berinvestasi
Jika menabung sudah jadi kebiasaan, tambah juga dengan kebiasaan berinvestasi. Ada banyak instrumen investasi yang bisa Anda pilih dan disesuaikan dengan karakter. Investasi adalah aset manajemen keuangan jangka panjang yang bisa digunakan di masa depan. Bentuknya mulai dari Reksa Dana hingga Emas.

Nah, jika tips dan trik ini dijalankan, usaha menabung Anda akan jadi lebih mudah. Yuk dicoba, demi masa depan yang lebih baik.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore