
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. (Dok.Dery Ridwansah/JawaPos.com).
JawaPos.com - Besarnya potensi sumber daya air mendorong perusahaan yang bergerak di bidang energi mencari peluang membangun pembangkit listrik tenaga air (hydro power plant). Salah satunya dilakukan
PT Kencana Energi Lestari Tbk yang berencana membangun pembangkit baru. Guna mewujudkan itu, perusahaan yang didirikan pada 2008 ini masuk mencari tambahan modal lewat penawaran umum perdana saham di lantai bursa.
PT Kencana Energi Lestari Tbk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas sebanyak 733.262.500 lembar saham ke publik. Besaran lembar tersebut setara dengan 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah penawaran umum perdana saham Perseroan dengan harga penawaran Rp 396 per saham, sehingga dana yang berhasil dihimpun adalah sebesar Rp 290,37 miliar.
Henry Maknawi, Direktur Utama Perseroan menjelaskan dana yang diperoleh dari IPO ini dialokasikan sekitar 55 persen untuk mendukung pengembangan usaha hydro power plant dan energi terbarukan lainnya, sekitar 25 persen untuk modal kerja dan sekitar 20 persen untuk belanja modal.
Sedangkan dari sisi keuangan, Giat Widjaja selaku Direktur Keuangan Perseroan menerangkan kinerja keuangan Perseroan terus meningkat dari tahun ke tahun terbukti pada pendapatan perseroan untuk periode 3 bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2019 adalah sebesar USD 5.687.167 meningkat sebesar 3.37 persen dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun 2018 yag tercatatsebesar USD 5.501.776.
Hingga saat ini, Perseroan memiliki 3 proyek hydro power plant di Sumatera dan Sulawesi dengan total kapasitas produksi sebesar 49 MW. Dari jumlah tersebut, proyek PLTA Pakkat berkapasitas 18 MW telah beroperasi di Sumatera Utara sejak awal tahun 2018, proyek PLTA Air Putih berkapasitas 21 MW di Bengkulu yang sedang proses komisioning pada bulan Agustus – September 2019, serta proyek PLTM Madong berkapasitas 10 MW yang sedang dalam tahap persiapan konstruksi dan berlokasi di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Perseroan menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi dalam IPO ini dengan masa penawaran umum tanggal 23 - 27 Agustus 2019.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
