Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Mei 2019 | 03.29 WIB

Berkat Ekspor, Mark Dynamics Untung 26,48 Persen Per Maret Tahun Ini

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencatat penjualan Rp 88,06 miliar, naik 12,22 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 78,47 miliar. Perusahaan juga berhasil meningkatkan laba komprehensif pada periode berjalan sebesar 26,48 persen menjadi Rp 23 miliar per 31 Maret 2019 dibandingkan Rp 18,19 miliar per 31 Maret 2018.

Presiden Direktur Perseroan Ridwan Goh, menjelaskan, dari total penjualan yang diperoleh pada triwulan pertama 2019, sebesar 90,76 persen merupakan pasar ekspor, dan sisanya sebesar 9,24 persen untuk pasar domestik.

“Penjualan ekspor sepanjang triwulan pertama 2019 naik 4,12 persen dibanding penjualan triwulan pertama 2018. Padahal kontribusi pasar ekspor pada Q1 2018 mencapai 97,82 persen dari total penjualan. Hal ini menunjukkan Perseroan berhasil meningkatkan nilai penjualan ekspor disamping meningkatkan pasar baru di dalam negeri,” ujarnya dalam siaran persnya, Kamis (2/5).

Menurutnya, pihaknya yang memproduksi cetakan sarung tangan kesehatan merupakan salah satu produsen utama di dunia, dengan pasar ekspor bagi para produsen sarung tangan kesehatan terkemuka di dunia dengan pangsa pasar sebesar 35 persen. Dengan hasil akhir berupa sarung tangan kesehatan berbahan karet dan nitrile, pasar Perseroan meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi sarung tangan karet dunia.

Permintaan pasar yang tinggi diiringi dengan efisiensi yang meningkat, sehingga Perseroan mencatat tingkat biaya yang semakin baik pada triwulan pertama tahun ini. Perseroan mencatat kenaikan laba kotor sebesar 18,63 persen menjadi Rp 38,17 miliar dibandingkan Rp 32,17 miliar pada tahun sebelumnya . Marjin laba kotor juga meningkat menjadi 43,35 persen dibanding 41,01 persen pada tahun sebelumnya.

Disamping itu, perusahaan juga mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp 30,90 miliar pada kuartal pertama tahun ini dengan marjin 35,09 persen. Sementara pada tahun sebelumnya nilai laba sebelum pajak sebesar Rp 25,14 miliar dengan marjin laba 32,04 persen. Hal ini terjadi menyusul Perseroan menurunkan beban operasional, salah satunya dari penurunan biaya umum dan administrasi sebesar 26,11 persen dari Rp 6,40 miliar pada kuartal pertama 2018 menjadi Rp 4,73 miliar pada kuartal pertama 2019.

Selain itu, Ridwan juga mengampaikan, pada kuartal pertama tahun ini, total aset Perseroan meningkat sebesar 19,39 persen menjadi Rp 379,74 miliar per 31 Maret 2019 dibandingkan dengan Rp 318,08 miliar per 31 Desember 2018.

Aset Lancar mengalami peningkatan sebesar 27,43 persen menjadi sebesar Rp 206,62 miliar per 31 Maret 2019 dibandingkan dengan Rp 162,15 miliar per 31 Desember 2018. Sementara peningkatan Aset Tidak Lancar sebesar 11,03 persen menjadi Rp 173,12 per 31 Maret 2019 miliar dibandingkan dengan Rp 155,93 miliar per 31 Desember 2018.

Kinerja operasional yang meningkat juga berimbas pada peningkatan ekuitas dengan persentase sebesar 9,68 persen per 31 Maret 2019 menjadi Rp 260,74 miliar dibandingkan dengan Rp 237,74 miliar per 31 Maret 2018. Kontribusi peningkatan ekuitas berasal dari peningkatan saldo laba sebesar 16,58 persen menjadi Rp 162,04 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 138,99 miliar.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore