
Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan anggaran untuk konversi kompor gas ke kompor listrik untuk saat ini berasal dari anggaran PT PLN (Persero). Namun, Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata menambahkan, kalaupun ada dana bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), diperkirakan ada di pos Kementerian ESDM untuk tahun anggaran 2023.
"Saya harus lihat detailnya (anggaran konversi kompor gas ke listrik), tapi nggak gede-gede amat. Seharusnya Kementerian ESDM sudah memasukkan di dalam program mereka. Tapi nanti kita lihat," kata Isa Rachmatarwata kepada awak media di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/9).
Ia juga menjelaskan, bahwa biaya yang disiapkan oleh PLN tidak terlalu besar. Sehingga besar kemungkinan pada tahun 2023, program tersebut akan menggunakan pagu anggaran APBN yang berasal dari Kementerian ESDM.
"Tahun ini kan PLN tuh yang akan membiayai dan tidak terlalu besar. Tahun depan mungkin dari ESDM yang punya programnya, yang punya kegiatannya. Jadi, anggarannya nanti mungkin di ESDM. Nanti kita bicarakan di tahun berjalan," ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian ESDM memastikan jenis kompor yang akan digunakan dalam program konversi kompor gas yaitu kompor induksi. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, kompor induksi dipilih sebab dinilai lebih nyaman dan efisien.
"Kalau sekarang kompor induksi. Supaya lebih nyaman ya kalau induksi, lebih efisien," kata Dadan kepada awak media, Senin (19/9),
Ia juga menjelaskan, saat ini pihaknya masih mencari pengaturan daya untuk kompor induksi yang akan dibagikan kepada masyarakat. Adapun rata-ratanya agar bisa sesuai dengan kecepatan memasak kompor gas, yakni di atas 1.000 watt atau berkisar 1.600-1.800 watt.
"Kita lagi mencari supaya waktu masak pakai LPG terus kita ganti dengan kompor listrik induksi ini waktunya sama. Nah, udah ketemu angkanya antara 1.600-1.800 watt," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Dadan juga menegaskan bahwa kompor listrik bahwa kompor listrik untuk masyarakat akan dibagikan secara gratis. Seperti bantuan pemerintah saat melakukan konversi minyak tanah ke gas elpiji.
"Kalau implementasi itu pasti gratis, kayak waktu bagi elpiji dengan kompornya. Kira-kira kita juga akan mirip seperti itu," pungkas Dadan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
