Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Juli 2022 | 01.27 WIB

Hingga Akhir Agustus, Ekspor Sawit dan Produk Turunan Nol Pungutan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Melalui rapat dengan Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), pemerintah memutuskan untuk menghapus tarif pungutan ekspor sawit. Itu berlaku untuk sawit dan produk turunannya. Kebijakan yang berlaku mulai 15 Juli 2022 sampai 31 Agustus 2022 itu diyakini akan berdampak positif.

"Ini diharapkan dapat mendorong peningkatan ekspor lebih cepat lagi dan meningkatkan harga tandan buah segar (TBS) di level petani," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu Rabu (20/7).

Dia yakin kebijakan tarif pungutan ekspor USD 0 itu akan membawa angin segar bagi para petani. Per 1 September 2022, tarif progresif bakal berlaku kembali terhadap harga pungutan ekspor.

Febrio mengatakan, sebagai produsen CPO terbesar dunia, Indonesia berupaya maksimal menyesuaikan kebijakan. "Harapannya mampu menjawab kebutuhan masyarakat sembari tetap berkontribusi terhadap kepentingan bersama di tingkat global," imbuhnya.

Untuk merespons kenaikan harga CPO dan minyak goreng, pemerintah menempuh berbagai kebijakan pengendalian CPO. "Saat ini ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng curah yang dijual di pasar-pasar tradisional wilayah Jawa sudah tercapai," terang Febrio.

"Selanjutnya, pemerintah mengambil kebijakan pelengkap ekspor untuk menurunkan pungutan ekspor," urainya.

Pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani. Caranya adalah dengan meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh rakyat, hilirisasi produk kelapa sawit baik, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Terutama program pengembangan sesuai praktik pertanian yang baik dan menunjang keberlanjutan usaha. Selain itu, pemerintah juga akan melanjutkan program mandatori biodiesel untuk mendukung target bauran energi Indonesia sebesar 23 persen pada 2025.

"Program mandatori biodiesel diharapkan mampu menciptakan instrumen pasar domestik sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pasar ekspor," jelas Febrio.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore