Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Maret 2021 | 21.12 WIB

Buwas Janji Serap Beras Petani Semaksimal Mungkin Sebelum Impor

Pekerja beraktivitas di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (2/9/2020). Perum Bulog resmi mendapatkan penugasan penyaluran bantuan sosial beras sebanyak 450 ribu ton untuk 10 juta keluarga. Direktur Utama Bulog, Budi Waseso, mengatakan, program ini - Image

Pekerja beraktivitas di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (2/9/2020). Perum Bulog resmi mendapatkan penugasan penyaluran bantuan sosial beras sebanyak 450 ribu ton untuk 10 juta keluarga. Direktur Utama Bulog, Budi Waseso, mengatakan, program ini

JawaPos.com - Perum Bulog bakal mengoptimalkan serapan beras hasil panen petani meskipun telah menyanggupi penugasan impor dari pemerintah. Bulog yakin cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 1 juta ton pada akhir April nanti.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, realisasi pengadaan gabah setara beras dalam negeri 70.940 ton. Itu merupakan volume yang dicatat pada 14 Maret 2021. Volume itu terdiri atas CBP 37.806 ton dan komersial 33.134 ton.

Pria yang akrab disapa Buwas tersebut menambahkan, rata-rata serapan gabah setara beras pada pekan kedua Maret sekitar 3.500 ton per hari. Serapan itu naik lebih dari dua kali lipat ketimbang pekan sebelumnya yang sekitar 1.500 ton per hari.

Karena itu, Bulog menargetkan serapan pada masa panen raya sebanyak 390.800 ton. "Harapannya, stok CBP akhir April 2021 sudah berada di atas 1 juta ton," tegasnya.

Buwas juga meminta pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan CBP. Sebab, tahun-tahun sebelumnya selalu ada beras yang turun mutu. Tahun lalu volumenya mencapai 106.642 ton. CBP itu berasal dari impor beras 1,78 juta ton pada 2018.

"Tanpa ada kebijakan penyaluran efektif, kebijakan CBP perlu dipertimbangkan kembali sehingga tidak membebani kinerja Bulog secara finansial dan operasional," terangnya.

Mengenai rencana impor 1 juta ton beras, Buwas menegaskan bahwa penugasan tersebut tidak diputuskan lewat rapat koordinasi terbatas (rakortas) lintas kementerian. ”Saat rakortas tidak ada keputusan impor. Hanya kebijakan dari Pak Menko untuk impor,” ujarnya.

Karena itu, Bulog akan tetap mengutamakan serapan produksi dalam negeri sebagai upaya mengamankan cadangan beras pemerintah. ”Walaupun ada penugasan impor 1 juta ton, belum tentu kami laksanakan,” ungkap Buwas.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan bahwa impor beras 1 juta ton tidak akan menghancurkan harga di tingkat petani. Tujuan kebijakan itu adalah menjaga stok dan menstabilkan harga beras.

"Impor bagian dari strategi memastikan harga stabil. Percayalah, tidak ada niat pemerintah untuk hancurkan harga petani saat panen raya," ujarnya.

Pemerintah, lanjut Lutfi, memerlukan iron stock atau cadangan untuk memastikan pasokan terus terjaga. Menurut dia, sebagai cadangan, beras impor tersebut tak akan digelontorkan ke pasar saat periode panen raya.

Beras impor baru dilempar ke pasar ketika ada kebutuhan mendesak seperti bansos ataupun operasi pasar. Tujuannya adalah tetap untuk stabilisasi harga.

Stok CBP Bulog (per 14 Maret 2021)

Keterangan | Volume (ton)

Beras CBP | 859.877

Beras komersial | 23.708

Realisasi Pengadaan Gabah Setara Beras Bulog (per 14 Maret 2021)

Keterangan | Volume (ton)

Beras CBP | 37.806

Beras komersial | 33.134

Sumber: Bulog

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore