
Foto: Ilustrasi: Live streaming jadi peluang pekerjaan baru yang menjanjikan. (Dacast).
JawaPos.com - Mengembangkan bisnis hingga punya banyak cabang merupakan salah satu langkah yang kerap dilakukan untuk mencapai kesuksesan. Hal ini akan memungkinkan Anda mendapatkan omset lebih besar dan menjangkau pasar lebih luas lagi dari sebelumnya.
Saat punya banyak cabang, skala bisnis Anda tentu akan meningkat menjadi lebih besar dan Anda harus siap menghadapi berbagai tantangan di dalam bisnis tersebut. Di antara berbagai tantangan yang datang dalam sebuah bisnis dengan banyak cabang, pengelolaan stok barang menjadi salah satu yang paling rumit.
Ketersediaan stok barang ini akan sangat mempengaruhi kelancaran bisnis yang dijalankan. Terutama jika bisnis Anda bergerak di bidang retail. Saat Anda tidak memiliki stok yang mencukupi, maka bisnis akan tersendat dan bahkan mungkin berhenti.
Namun di lain sisi, jika stok ini terlalu banyak, Anda juga akan membutuhkan tenaga yang besar untuk mengelolanya dengan baik. Berbagai hal ini harus Anda cermati dengan baik, sehingga pengelolaan stok barang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan. Jadi, kalau Anda punya banyak cabang bisnis, jangan pernah lupakan cara mengelola stok yang benar. Bagaimana caranya? Simak trik berikut ini seperti dikutip dari Cermati.com, Minggu (15/9).
1. Buat dan Terapkan Standar Operasional yang Jelas
Saat bisnis sudah dalam skala yang besar, Anda tentu akan mempekerjakan orang lain di sana. Penting bagi Anda untuk membuat dan menerapkan Standard Operational Procedure (SOP) yang jelas di dalam pengelolaan stok barang Anda.
SOP ini akan menjadi panduan wajib untuk semua lini yang berhubungan dengan bisnis yang Anda jalankan, sehingga distribusi barang dijalankan dengan tepat. Pastikan Anda membuat SOP pengelolaan stok barang yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan bisnis yang Anda jalankan.
2. Siapkan dan Kelola Gudang dengan Tepat
Gudang merupakan tempat di mana Anda akan menyimpan dan mengelola berbagai stok barang yang dimiliki. Tempat ini harus layak dan sesuai dengan kebutuhan barang-barang yang akan distok di dalam bisnis Anda.
Ada banyak hal yang perlu Anda cermati terkait dengan kondisi gudang ini, seperti: keamanan, kebersihan, kelembaban, dan yang lainnya. Berbagai hal ini akan sangat mempengaruhi kondisi stok barang Anda di sana, sehingga tetap dalam kondisi yang baik dan terawat. Selain itu, tempat penyimpanan (rak, kotak, dan lainnya) di gudang Anda juga perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga pengelolaan stok barang ini menjadi mudah dan simpel.
3. Tandai Setiap Produk yang Ada dengan Membuat Kode Barang
Penting bagi Anda untuk memiliki sistem yang tepat dalam pengelolaan stok barang agar memudahkan pencarian. Salah satu langkah yang bisa Anda lakukan adalah dengan menerapkan kode pada masing-masing stok barang yang ada. Hal ini bisa Anda lakukan dengan cara memisahkan jenisnya atau bahkan berdasarkan kategori tertentu pada stok barang.
4. Buat Sistem Distribusi yang Tepat
Saat Anda memiliki banyak cabang, bukan berarti Anda harus memiliki banyak gudang. Anda bisa memiliki satu gudang saja untuk semua cabang sekaligus, namun harus memiliki sistem pendistribusian barang yang tepat. Sistem ini harus berjalan dengan efektif, yakni semua barang bisa terkirim dan diterima dalam kondisi yang baik oleh semua cabang bisnis Anda tersebut. Selain itu, ketepatan waktu pengiriman tentu menjadi hal penting yang tak bisa diabaikan.
5. Pisahkan Stok Produk yang Baru Masuk dan Stok Lama
Pembelian barang tentu akan dilakukan secara berkala, begitu juga dengan keluar masuknya barang di dalam gudang Anda. Untuk mempermudah pengelolaan stok barang ini, Anda bisa memilih metode persediaan yang paling tepat dan sesuai dengan jenis bisnis yang Anda jalankan. Metode pengelolaan stok barang ini dikenal first in first out (FIFO), di mana barang yang lama akan dikeluarkan/digunakan lebih dahulu, atau last in first out (LIFO) yang mengeluarkan barang yang baru terlebih dahulu.
6. Jangan Pernah Lupa Cek Kondisi Fisik Barang
Bukan hanya melakukan pengecekan jumlah barang saja, Anda juga perlu melakukan pengecekan kondisi fisik stok barang Anda di gudang. Hal ini penting, untuk memastikan jumlah akurat barang-barang tersebut dan melihat apakah ada barang yang rusak atau cacat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
7. Jangan Lupakan Stok Opname agar Tak Kehabisan Produk
Selain itu, gunakan sistem pencatatan persediaan yang tepat, agar Anda mudah untuk memonitor stok barang Anda secara keseluruhan. Hal ini biasa disebut dengan istilah stok opname, ykani Anda melakukan pencatatan persediaan secara berkala untuk memastikan jumlah stok barang dan juga ketersediaan barang di gudang.
8. Lakukan Karantina Terhadap Barang yang Bermasalah
Jika telah melakukan pengecekan dan menemukan barang yang cacat/rusak, maka Anda perlu melakukan karantina (pemisahan) terhadap barang tersebut. Anda harus meneliti kondisi barang dan memutuskan penanganan yang tepat untuk masing-masing barang cacat tersebut. Barang-barang ini perlu penanganan lebih lanjut, seperti: ditukar kepada supplier, dibuang, atau bahkan dijual dengan harga diskon.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
