Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Juli 2022 | 02.04 WIB

Situasi Lagi Sulit, Industri Mamin Pilih Pangkas Margin Keuntungan

Pengunjung membeli minyak goreng kemasan di Pusat Perbelanjaan, Jakarta, Jumat (18/3/2022). Imbas Pemerintah mencabut kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng berdampak pada daya beli masyarakat menurun karena melambungnya harga dipasaran diba - Image

Pengunjung membeli minyak goreng kemasan di Pusat Perbelanjaan, Jakarta, Jumat (18/3/2022). Imbas Pemerintah mencabut kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng berdampak pada daya beli masyarakat menurun karena melambungnya harga dipasaran diba

JawaPos.com – Makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor penting yang menunjang kinerja industri pengolahan nonmigas. Pada kuartal I 2022, mamin menyumbang lebih dari sepertiga atau 37,77 persen dari PDB pengolahan nonmigas.

"Peran sektor industri makanan dan minuman ini akan memberikan dampak signifikan terhadap industri pengolahan nonmigas maupun PDB nasional," ujar Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika di kantor Kementerian Perindustrian Selasa (5/7).

Putu menambahkan, industri mamin tumbuh 3,75 persen pada kuartal I 2022 atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan kuartal I 2021 yang terkerek 2,45 persen. Ditinjau dari sisi perdagangan internasional, ekspor di tiga bulan pertama menembus USD 10,92 miliar (termasuk minyak kelapa sawit) dan mengalami neraca perdagangan yang positif bila dibandingkan dengan impor pada periode yang sama sebesar USD 3,92 miliar.

"Dari sisi investasi, realisasinya mencapai Rp 19,17 triliun, terdiri atas PMDN sebesar Rp 9,34 triliun dan USD 684,98 juta untuk PMA," bebernya.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan bahwa saat ini kondisi sektor mamin belum bisa kembali ke titik normal. Di tengah upaya pemulihan, pasar masih mendapatkan berbagai tekanan, mulai peningkatan tarif energi, logistik, hingga bahan baku dan sebagainya.

"Kalau dari penghitungan mekanisme pasar, seharusnya harga produk sudah ada penyesuaian. Tapi, industri saat ini memilih untuk memangkas margin keuntungan karena kami sadar saat ini daya beli masyarakat juga sedang tertekan. Sehingga penyesuaian harga tidak serta-merta dapat dilakukan," paparnya.

Dengan kondisi harus menahan harga untuk tidak naik, Adhi menyebutkan Gapmmi masih on track menetapkan proyeksi pertumbuhan tahun ini, yakni sekitar 5 persen. "Target tersebut angka aman karena biasanya kenaikan sektor mamin itu selalu di atas pertumbuhan ekonomi," ujar Adhi.

---

SEKTOR MANUFAKTUR DENGAN INVESTASI TERBESAR KUARTAL I 2022 (3 TERTINGGI)

PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN)

Sektor | Nilai

Mamin | Rp 9,7 triliun

Kimia dan farmasi | Rp 4,6 triliun

Logam dasar | Rp 2,6 triliun

PENANAMAN MODAL ASING (PMA)

Sektor | Nilai

Logam dasar | USD 2,5 miliar

Kimia dan farmasi | USD 0,85 miliar

Industri mamin | USD 0,68 miliar

Sumber: Kementerian Investasi

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore