Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 September 2022 | 21.04 WIB

Saudi Cari Start-up Umrah dan Haji

JELANG PUNCAK HAJI: Umat Islam dari berbagai negara melaksanakan tawaf di Masjidilharam (5/7). Besok (8/7) semua jemaah akan melaksanakan wukuf di Padang Arafah. (AFP) - Image

JELANG PUNCAK HAJI: Umat Islam dari berbagai negara melaksanakan tawaf di Masjidilharam (5/7). Besok (8/7) semua jemaah akan melaksanakan wukuf di Padang Arafah. (AFP)

JawaPos.com - Dana investasi patungan (joint fund) yang dibentuk pemerintah Arab Saudi siap mengucurkan pendanaan untuk start-up di Indonesia. Khususnya yang siap menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan umrah maupun haji.

Kesiapan itu disampaikan perwakilan Kementerian Komunikasi, Informatika, dan Teknologi Arab Saudi saat berkunjung ke Bali Jumat (2/9). Dalam kunjungan tersebut, mereka melakukan perjanjian kerja sama dengan Yayasan Nexticorn yang dibentuk mantan Menkominfo Rudiantara.

Dalam kesempatan itu disampaikan pesan dari Menteri Komunikasi, Informatika, dan Teknologi Saudi Abdullah Amer Alswaha. Dia begitu antusias untuk mendanai start-up dari penjuru dunia, termasuk Indonesia. Salah satu fokus Saudi adalah mencari start-up yang bisa menyiapkan teknologi di bidang penyelenggaraan umrah dan haji sehingga semakin memudahkan jemaah.

Pemerintah Saudi memperhatikan sampai saat ini masih sering terjadi penipuan dengan modus pengiriman jemaah umrah. Nah, start-up di bidang umrah itu tidak semata bertujuan mendulang profit. Tetapi juga menjalankan tugas membantu masyarakat agar beribadah umrah dengan aman dan nyaman. Salah satu yang dilirik Saudi adalah tiket.com.

Pengamat haji dari UIN Jakarta Ade Marfuddin mengatakan, cepat atau lambat, digitalisasi dalam penyelenggaraan umrah maupun haji tidak bisa dihindarkan. Digitalisasi itu bukan pada tataran ibadahnya. Tetapi lebih pada persoalan penyelenggaraan atau perjalanannya. ”Misalnya, masyarakat bisa berangkat umrah dengan memesan langsung melalui aplikasi. Tanpa harus lewat travel seperti sekarang,” katanya kemarin (4/9).

Menurut dia, digitalisasi seperti itu juga menjadi agenda besar di pemerintah Saudi. Apalagi mereka sudah memasang Visi Saudi 2030 dengan menargetkan kunjungan jemaah umrah dan haji besar-besaran.

Ade menegaskan, digitalisasi penyelenggaraan umrah maupun haji di Indonesia tidak perlu dicap sebagai sesuatu yang menakutkan. Khususnya untuk biro atau travel umrah. Sebagian masyarakat tetap akan membutuhkan keberadaan travel untuk berangkat umrah.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore