
Suasana penutupan Asian Games 2018 dengan pesta kembang api dan berbagai bintang tamu luar dan dalam negeri saat di Gelora Bung Karno Jakarta, kemarin, Minggu (2/8)
JawaPos.com - Tadi malam Asian Games 2018 resmi ditutup. Sebagai bangsa, kita bangga karena telah sukses menyelenggarakan event akbar empat tahunan itu.
Kita juga bungah karena prestasi atlet kita mencuat, mengharumkan nama bangsa.
Bukan hanya itu. Asian Games 2018 betul-betul menjadi pemersatu bangsa ketika kita sejenak melupakan perbedaan kubu politik, suku, agama, dan golongan demi kemenangan dan kejayaan Indonesia tercinta.
Setelah menutup "pesta kemenangan" tadi malam, apakah kemudian semuanya berakhir begitu saja?
Tidak! Justru di sinilah pekerjaan besar harus dimulai. Asian Games haruslah kita jadikan momentum, bahkan batu loncatan, untuk membangun nation brand Indonesia.
Apa itu nation brand? Intinya adalah citra dan reputasi (national image & reputation) yang ditangkap masyarakat internasional terhadap suatu negara.
Citra dan reputasi negara ini bisa dilihat dari enam kualitas. Yaitu, export (citra produk nasional yang kompetitif), governance (citra pemerintahan yang bersih dan kompeten), tourism (ketertarikan wisman untuk berkunjung), investment (ketertarikan investor untuk menanam modal), culture (kekayaan budaya), dan people (SDM yang unggul dan ramah).
Singkatnya, nation branding bertujuan menarik TTI (trader, tourist, investor) dengan menciptakan citra dan reputasi di enam kualitas tersebut. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mendongkrak nation brand Indonesia setelah Asian Games berakhir?
Kampanye Nation Branding
Dalam waktu yang tidak lama setelah Asian Games berakhir, Indonesia harus meluncurkan kampanye nation brand sebagai upaya me-leverage kesuksesan dalam mendapatkan eksposur global yang luar biasa.
Inasgoc mengonfirmasikan, ada sekitar 11 ribu media lokal maupun global yang meliput Asian Games 2018. Itu merupakan eksposur luar biasa yang hanya bisa kita peroleh melalui event akbar (sport mega-event) seperti Asian Games, Olimpiade, atau Piala Dunia. Momentum inilah yang harus kita perpanjang dengan meluncurkan kampanye nation branding untuk menarik TTI datang ke tanah air.
Kita harus belajar banyak dari negara tetangga Australia. Australia me-leverage habis-habisan posisinya sebagai tuan rumah Olimpiade Sydney 2000. Event akbar itu kemudian diikuti dengan berbagai kampanye nation branding: Life a Different Light (2004-2006), lanjut A Uniquely Australian Invitation (2006-2008), kemudian Come Walkabout (2008-2009), dan terakhir There's Nothing Like Australia (2010-sekarang).
Diplomasi Global
Afrika Selatan memanfaatkan event Piala Dunia 2010 untuk menunjukkan kepada dunia bahwa ia telah menjadi kekuatan ekonomi baru dunia dan negara termaju di benua Afrika (Africa's most developed economy).
Tiongkok memanfaatkan Olimpiade Beijing 2008 untuk menunjukkan, dengan laju pembangunannya yang supercepat, Tiongkok bakal menyalip Amerika Serikat sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
