
Dolar - Dery Ridwansah 6
JawaPos.com – Satu per satu lembaga internasional meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kali ini giliran The ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) yang memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun ini akan berada pada kisaran minus 1,7 persen.
Ramalan AMRO itu selaras dengan prediksi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen. Kepala Ekonom AMRO Sumio Ishikawa menilai bahwa secara umum perekonomian RI masih tangguh.
"Tingkat kontraksi lebih moderat daripada negara lain di kawasan regional," ujar Sumio Jumat (30/10).
Pemerintah, menurut dia, segera merespons kondisi itu untuk mengalibrasikan ulang bauran kebijakan dan paket stimulus besar. Tujuannya adalah mendukung rumah tangga, bisnis, dan sektor keuangan yang terdampak pandemi Covid-19.
Sumio melanjutkan, bauran kebijakan dan respons pemerintah yang memberikan stimulus membuat kondisi makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia tetap terjaga. Namun, dia juga menyebutkan bahwa langkah-langkah pembatasan mobilitas untuk mengurangi persebaran Covid-19 telah menekan aktivitas ekonomi.
Dia menambahkan bahwa meski tahun ini terkontraksi, ekonomi Indonesia akan rebound pada 2021. AMRO meramalkan ekonomi RI tumbuh hingga 5,1 persen tahun depan.
Pemulihan ekonomi itu didukung tren membaiknya beberapa indikator ekonomi secara bertahap. Juga, pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). "Menyempitnya defisit transaksi berjalan dan berlanjutnya aliran masuk modal, ditambah dengan inflasi yang terkendali, telah mendukung nilai tukar rupiah yang secara umum stabil," urai Sumio.
Posisi eksternal RI, imbuh dia, kuat dengan cadangan devisa bruto yang mencapai USD 135,2 miliar atau sekitar Rp 1.983 triliun per September 2020. Sejalan dengan itu, Sumio menganggap disahkannya UU Cipta Kerja baru-baru ini sebagai terobosan dalam perbaikan iklim investasi dan kemudahan penciptaan lapangan kerja.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) juga mengalibrasikan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi. Sumio juga mengapresiasi kebijakan bank sentral yang menurunkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin. Selain itu, kebijakan melonggarkan makroprudensial untuk mendukung pembiayaan perekonomian.
PROYEKSI PERTUMBUHAN EKONOMI RI
Lembaga | 2020 | 2021
Kemenkeu | -1,7 persen hingga -0,6 persen | 5 persen
IMF | -1,5 persen | 6,1 persen
Bloomberg | -1,1 persen | 5,6 persen
World Bank | -2 persen hingga -1,6 persen | 3 persen hingga 4,4 persen
OECD | -3,3 persen | 5,3 persen
ADB | -1 persen | 5,3 persen
Sumber: Kemenkeu
https://www.youtube.com/watch?v=t3Nv7UmAF9o
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022