alexametrics

Bisnis Konstruksi Alami Era Distrupsi, Ini Strategi PT PP

31 Oktober 2020, 18:30:29 WIB

JawaPos.com – Perusahaan konstruksi dan investasi, PT PP (Persero) Tbk mengimplementasikan standar terbaru di industri konstruksi tanah air. Di era digital ini, Perseroan berupaya memulai gerakan kesadaran digitalisasi sebagai cara kerja baru dunia konstruksi di Indonesia dengan menunjukkan kepemimpinannya dalam bidang teknologi.

Corporate Secretary Perseroan Yuyus Juarsa mengatakan, pihaknya menjadi perusahaan konstruksi pertama di Indonesia yang menerapkan Building Information Modeling (BIM) sejak tahun 2015 dan menerapkan Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis SAP di tahun 2016.

“BIM merupakan seperangkat teknologi, proses, kebijakan yang seluruh prosesnya berjalan secara kolaborasi dan terintegrasi dalam sebuah model digital,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (31/10).

Yuyus menjelaskan, penggunaan teknologi BIM memungkinkan pelaku yang terlibat dalam suatu proyek bekerja secara kolaborasi, mengoptimalkan produktivitas SDM dan kegiatan proyek secara cepat, tepat, akurat, efektif dan efisien selama proses umur siklus bangunan (building lifecycle).

“Penerapan BIM ini akan membuat efisiensi yang sangat signifikan dari sisi biaya dan waktu pelaksanaan proyek, karena data desain (pra-konstruksi) menjadi sangat detail dan akurat,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini dunia bisnis mengalami era disrupsi dimana perusahaan startup dapat menumbangkan perusahaan yang telah lama berdiri. Era disrupsi didorong oleh adanya perkembangan dunia digital dimana sektor kontruksi merupakan salah satu sektor yang akan terkena dampak dari transformasi digital tersebut.

Namun, kata dia, adopsi digital pada sektor konstruksi jauh lebih lambat dibandingkan dengan sektor lainnya. Efisiensi biaya, produktivitas, peningkatan mutu dan akurasi waktu selalu menjadi tantangan dari tahun demi tahun dalam sektor konstruksi.

Ia menyebut, Perseroan telah mengimplementasikan teknologi BIM Level 2 sesuai dengan standar ISO : 19650 dimana Perseroan saat ini tengah melakukan proses full audit dan sertifikasi oleh Llyod International yang ditargetkan akan rampung pada bulan Desember mendatang. Perseroan telah melaksanakan implementasi BIM 3D & 4D terhadap proyek-proyek yang sedang dikerjakan.

“Saat ini, Perseroan sedang dalam tahap pengembangan dan merealisasikan pilot project BIM 5D yang mengintegrasikan WBS, PPC dan LPS dalam salah satu pilot project untuk memenuhi standar ISO:19650,” imbuhnya.

Perseroan sudah mulai menerapkan BIM sejak tahun 2015 di proyek-proyek yang dikerjakan oleh Perseoran, mulai dari Aceh hingga Papua, baik pada proyek gedung maupun infrastruktur. Proyek tersebut diantaranya proyek Istora Papua, Jalan Tol Manado-Bitung, Bendungan Pidekso, RDMP Balikpapan, Stadion Lukas Enembe, Menara BNI Pejompongan, Apartemen Springwood Serpong, Apartemen Pertamina RU V Balikpapan.

Selain itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Pengembangan Pelabuhan Sibolga, Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Jalan Tol Pandaan-Malang, New Yogyakarta International Airport, Jembatan Teluk Kendari, dan sebagainya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Romys Binekasri


Close Ads