
Penandatanganan kontrak proyek pembangunan Jembatan Pulau Laut di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, yang berlangsung pada Senin, 30 Maret 2026, di Aula Kantor Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru. (Istimewa)
JawaPos.com – PT Pembangunan Perumahan (PTPP) kembali memperkuat perannya dalam pembangunan infrastruktur nasional dengan memenangkan proyek strategis pembangunan Jembatan Pulau Laut di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Nilai proyek ini mencapai Rp1,02 triliun.
Proyek tersebut dikerjakan melalui skema Joint Operation (JO), di mana PTPP bertindak sebagai kontraktor utama dengan porsi pekerjaan sebesar 50 persen. Pembangunan ini merupakan bagian dari program multiyears periode 2026–2028 yang difokuskan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kalimantan Selatan.
Penandatanganan kontrak telah dilaksanakan pada Senin, 30 Maret 2026, di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru. Prosesi tersebut melibatkan Kepala Dinas PUPR Kalimantan Selatan M. Yasin Toyib bersama pihak penyedia jasa, serta disaksikan sejumlah pejabat daerah, termasuk Gubernur Kalimantan Selatan, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Bupati Tanah Bumbu, Bupati Kotabaru, dan Direktur Operasi Bidang Infrastruktur PTPP, Yul Ari Pramuraharjo.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini memiliki durasi konstruksi selama 1.005 hari kalender, dilanjutkan masa pemeliharaan selama 730 hari kalender. Proyek ini juga mempertegas posisi PTPP sebagai kontraktor utama dalam proyek infrastruktur berskala besar, sekaligus memperluas portofolio perusahaan di sektor konektivitas wilayah.
Jembatan Pulau Laut yang akan dibangun di Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, diharapkan mampu memperkuat akses antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut. Infrastruktur ini diyakini dapat memperlancar distribusi logistik, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyebut proyek ini sebagai langkah penting bagi perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional.
"Perolehan proyek ini menjadi bukti kepercayaan yang terus diberikan kepada FTPP dalam mengerjakan proyek infrastruktur strategis, khususnya sebagai lead contractor. Kami berkomitmen untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target, baik dari sisi mutu, waktu, maupun aspek keselamatan kerja, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," ujarnya.
Lebih jauh, keterlibatan PTPP dalam proyek ini dinilai sejalan dengan semangat Asta Cita, terutama dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan konektivitas antarwilayah. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
