
Ekonom Indef Bima Yudhistira
JawaPos.com - Beredar kabar bahwa kawasan zona merah Covid-19 seperti Jakarta dan sekitarnya akan dilakukan lockdown. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo memastikan tidak ada penutupan jalan di seluruh pintu masuk Jakarta. Warga luar Jakarta yang hendak masuk masih diperbolehkan melalui perbatasan manapun.
Ibu kota sendiri merupakan sentral perekonomian Indonesia. Jika memang ada lockdown, apa yang akan terjadi terhadap perekonomian Indonesia?
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menjelaskan bahwa kebijakan yang akan diambil pemerintah ini akan membuat ekonomi secara nasional anjlok. Sebab, 70 persen perputaran uang berada di Jakarta.
"Jika lockdown di Jakarta, pastinya semua distribusi barang jasa dan aktivitas ekonomi akan berada dalam titik 0," kata dia kepada JawaPos.com, Senin (30/3).
Kemudian, menurutnya, masa pemulihan ekonomi ini akan membutuhkan waktu yang lama. Bahkan, disebutkan bisa membutuhkan waktu hingga 3 tahun agar pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali di atas 5 persen.
"Ekonomi Indonesia butuh 2 sampai 3 tahun untuk recovery diatas 5 persen. Itu pun belum mempertimbangkan faktor berlanjutnya perang dagang dan resesi global," tuturnya.
Pemerintah pun disarankan untuk menyediakan kebutuhan dasar secara menyeluruh kepada warga yang terdampak pada saat penerapan lockdown. Mulai dari masyarakat miskin, rentan miskin hingga pekerja informal.
"Kemudian pemenuhan kebutuhan pokok harus dilakukan door to door ke tiap rumah. Terakhir adalah memberi stimulus Rp 1.000 triliun minimum untuk menjamin tidak adanya PHK dan fasilitas kesehatan yang memadai," tutupnya.
Di waktu yang berbeda, Ekonom Indef Andry Satrio Nugroho juga sebelumnya mengatakan bahwa Indonesia harus merelakan ekonominya demi menyelamatkan kelangsungan hidup masyarakatnya.
"Kebijakan lockdown perlu meski memiliki konsekuensi menghentikan pekerja untuk bekerja dan memperlambat konsumen untuk konsumsi. kalau hanya memperhatikan ekonomi, ini akan jadi malapetaka ke depan. pilihan terbaiknya adalah menekan angka kematian, tapi juga menekan agar hilangnya PAD (pendapatan asli daerah) tidak besar melalui kebijakan ekonomi," katanya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
