alexametrics

Perdana Beroperasi, Bus Trans-Jawa Terlambat 30 Menit

28 Mei 2019, 13:16:39 WIB

JawaPos.com – Bus trans-Jawa resmi beroperasi kemarin (27/5). Angkutan tersebut menjadi salah satu alternatif bagi pemudik dengan rute Jakarta-Surabaya. Perjalanan bus trans-Jawa dilakukan tanpa keluar tol. Sebanyak 36 bus disiapkan. Separo atau 18 bus berangkat dari Jakarta dan sisanya bertolak dari Surabaya.

Jawa Pos mencoba merasakan perjalanan dengan bus trans-Jawa. Sejak Jumat (24/5) Jawa Pos mencari tiket. Beberapa perusahaan otobus (PO) dihubungi. Namun, mencari tiket secara dadakan memang cukup sulit. Disarankan, tiket dibeli setidaknya seminggu sebelum keberangkatan.

Jawa Pos akhirnya bisa membeli tiket di agen bus Lorena di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, sehari sebelum keberangkatan. Harganya Rp 485.000 dan mendapatkan dua kali makan, di Indramayu dan Caruban.

Berdasar jadwal yang terpampang di dinding agen tiket, tertera waktu keberangkatan 11.30. Pukul 11.00 penumpang sudah mulai berdatangan. Sayang, bus terlambat 30 menit. Sempat terlihat keresahan di wajah pemudik.

Bus Lorena yang didominasi warna putih itu berisi 40 kursi. Kursi warna ungu senada dengan selimut yang diletakkan di sandaran. Ruang antara satu tempat duduk dan tempat duduk di depannya tidak terlalu luas. Lorongnya hanya cukup dilalui satu orang dengan membawa barang.

Uji Kelayakan armada bus menjelang mudik Lebaran (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Bus tidak langsung berangkat masuk tol. Bus mampir ke agen yang lain di Cilandak. Dari titik itu, bus baru menuju pintu tol. Saat itu pukul 12.45.

Jawa Pos bertemu dengan Abdul Muhid, warga asli Bangkalan yang mudik bersama anaknya. Dia cukup antusias untuk menjajal tol trans-Jawa. Tahun lalu tol dari Jakarta belum tersambung hingga Surabaya. “Saya juga ingin menunjukkan (Jembatan) Suramadu kepada anak,” ungkapnya. Anak laki-lakinya yang berusia 10 tahun belum pernah pulang kampung.

Di tol pemerintah telah menghentikan proyek di sekitar Cikarang. Namun, masih ada kemacetan di tol Cikarang Utama. Kemacetan terjadi di Km 35 hingga 39. Menurut pengamatan Jawa Pos, penyempitan terjadi karena pembangunan tiang pancang.

Saat berita ini ditulis pukul 22.30, bus sudah sampai di daerah Sragen. Kurang lebih sepuluh jam perjalanan dengan bus tersebut cukup nyaman. Tempat duduknya empuk. AC-nya dingin, tapi bisa ditanggulangi dengan selimut. Perjalanan ke Surabaya menurut estimasi masih empat jam lagi. Sebelumnya penumpang akan makan malam di daerah Caruban, Madiun.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan Kementerian Perhubungan Cris Kuntadi menyatakan bahwa bus trans-Jawa memiliki waktu tempuh yang lebih singkat. Bus trans-Jawa tidak akan berhenti di dalam rest area. Kementerian PUPR belum mengizinkan rest area digunakan untuk terminal bayangan bus tersebut. Karena itu, Kemenhub membangun halte atau selter dekat pintu tol untuk menurunkan penumpang.

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Ahmad Yani berencana menambah trayek. Untuk proyek awal, memang baru ada rute Jakarta-Surabaya. “Kalau 36 armada ini load factor-nya sudah di atas 70 persen, bisa ditambah,” ungkapnya.

Di bagian lain, Jasa Marga terus mematangkan persiapan penerapan skema lalu lintas satu arah yang akan diberlakukan pada Kamis (20/5). Volume kendaraan diperkirakan akan meningkat 181 persen dari jumlah normal.

Direktur Operasi PT Jasa Marga Subakti Syukur menjelaskan, sesuai dengan kesepakatan dengan Korlantas Polri, skema one way akan diberlakukan mulai 30 Mei hingga 2 Juni. Yakni, mulai kilometer 61 di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek hingga Km 263 di gerbang tol Brebes Barat di ruas tol Pejagan Pemalang.

“Penerapan one way akan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB,” kata Subakti kemarin.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (vir/han/lyn/tau/wan/c9/c10/fal)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads