Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Maret 2022 | 18.42 WIB

Produk Mana Saja yang Tak Bisa Lepas Impor? Ini Kata Pengamat

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan pada Januari 2022 kembali mengalami surplus sebesar US$930 juta. Surplus ini menurun dibandingkan surplus - Image

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan pada Januari 2022 kembali mengalami surplus sebesar US$930 juta. Surplus ini menurun dibandingkan surplus

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekesalannya melihat sejumlah kementerian dan lembaga yang lebih bergantung pada impor. Padahal, produk buatan dalam negeri juga tidak kalah dalam hal kualitas.

Namun, apakah ada produk-produk yang tak bisa lepas dari impor?

Mengenai hal ini, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyampaikan, terdapat sejumlah komoditas yang memang perlu impor. Salah satunya adalah pangan.

"Paling urgent itu adalah pangan banyak impor, sekarang sedang seru itu kedelai 95 persen impor, kemudian susu 80 impor untuk anak Indonesia. Daging juga sama sebagian impor," jelas dia kepada JawaPos.com, Senin (28/3).

Kemudian, untuk peralatan elektronik, Indonesia juga perlu mengimpor. Sebab, di dalam negeri sendiri pengembangan teknologi belum dilakukan secara serius oleh pemerintah.

"Elektronik, pertanyaannya itu apa yang bisa dibikin Indonesia, kalo rakit kita bisa," tuturnya.

Begitu juga dengan industri kesehatan, pembuatan obat masih bergantung pada bahan baku impor. Ketergantungan itu terlihat pada saat awal pandemi, yakni Indonesia kelimpungan untuk membuat obat dan vaksin.

"Kalo bahan baku, di obat salah satu tantangannya itu RnD (research and development) kita kecil," kata Eko.

Padahal, banyak peneliti dari Indonesia yang memproduksi bahan baku tersebut, namun untuk lisensinya masih didanai oleh negara lain karena masalah pendanaan di dalam negeri. Di sisi lain, ketergantungan ini sudah mulai dapat dibenahi perlahan akibat pandemi, salah satunya dengan wujud inovasi Vaksin Merah Putih.

"Tidak pernah jor-joran soal riset. pandemi mereda semoga tidak terlena, jangan impor lagi, rubah cara pandang soal kesehatan, sehingga perlu didorong. Itu (impor) banyak fenomena lucu," tutup dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi kesal karena banyak kementerian/lembaga dan pemerintah daerah lebih memilih produk impor yang sebenarnya bisa diproduksi oleh pelaku usaha dalam negeri. Dia menyebut, sangat bodoh masih melakukan impor.

“Kita diam saja, tapi konsisten beli barang yang diproduksi pabrik-pabrik, industri-industri, UKM-UKM kita, kok enggak kita lakukan. Bodoh sekali kita kalau tidak melakukan ini,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan dalam acara Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia yang digelar di Bali, Jumat (25/3) lalu.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore