
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan pada Januari 2022 kembali mengalami surplus sebesar US$930 juta. Surplus ini menurun dibandingkan surplus
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekesalannya melihat sejumlah kementerian dan lembaga yang lebih bergantung pada impor. Padahal, produk buatan dalam negeri juga tidak kalah dalam hal kualitas.
Namun, apakah ada produk-produk yang tak bisa lepas dari impor?
Mengenai hal ini, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyampaikan, terdapat sejumlah komoditas yang memang perlu impor. Salah satunya adalah pangan.
"Paling urgent itu adalah pangan banyak impor, sekarang sedang seru itu kedelai 95 persen impor, kemudian susu 80 impor untuk anak Indonesia. Daging juga sama sebagian impor," jelas dia kepada JawaPos.com, Senin (28/3).
Kemudian, untuk peralatan elektronik, Indonesia juga perlu mengimpor. Sebab, di dalam negeri sendiri pengembangan teknologi belum dilakukan secara serius oleh pemerintah.
"Elektronik, pertanyaannya itu apa yang bisa dibikin Indonesia, kalo rakit kita bisa," tuturnya.
Begitu juga dengan industri kesehatan, pembuatan obat masih bergantung pada bahan baku impor. Ketergantungan itu terlihat pada saat awal pandemi, yakni Indonesia kelimpungan untuk membuat obat dan vaksin.
"Kalo bahan baku, di obat salah satu tantangannya itu RnD (research and development) kita kecil," kata Eko.
Padahal, banyak peneliti dari Indonesia yang memproduksi bahan baku tersebut, namun untuk lisensinya masih didanai oleh negara lain karena masalah pendanaan di dalam negeri. Di sisi lain, ketergantungan ini sudah mulai dapat dibenahi perlahan akibat pandemi, salah satunya dengan wujud inovasi Vaksin Merah Putih.
"Tidak pernah jor-joran soal riset. pandemi mereda semoga tidak terlena, jangan impor lagi, rubah cara pandang soal kesehatan, sehingga perlu didorong. Itu (impor) banyak fenomena lucu," tutup dia.
Sebelumnya, Presiden Jokowi kesal karena banyak kementerian/lembaga dan pemerintah daerah lebih memilih produk impor yang sebenarnya bisa diproduksi oleh pelaku usaha dalam negeri. Dia menyebut, sangat bodoh masih melakukan impor.
“Kita diam saja, tapi konsisten beli barang yang diproduksi pabrik-pabrik, industri-industri, UKM-UKM kita, kok enggak kita lakukan. Bodoh sekali kita kalau tidak melakukan ini,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan dalam acara Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia yang digelar di Bali, Jumat (25/3) lalu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
