
Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memulai pembangunan (groundbreaking) proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (24/1). Indra Arief/Antaraa
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam (SDA) tambang yang melimpah. Hal itu seharusnya dapat dimanfaatkan selain untuk kebutuhan energi dalam negeri juga menambah kualitas ekspor.
“Kami kaya akan nikel bauksit timah dan tembaga. Kami memastikan akan mensuplai cukup bahan-bahan tersebut untuk kebutuhan dunia. Namun bukan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dalam bentuk barang jadi atau setengah jadi yang bernilai tambah tinggi,” kata Jokowi dalam acara Bisnis20 (B20), Kamis (27/1).
Jokowi menyebut, hilirisasi nikel yang telah dilakukan sejak 2015 lalu sudah memberikan dampak tidak hanya dalam penciptaan lapangan kerja, tapi juga dalam sisi ekspor maupun neraca perdagangan Indonesia.
Adapun nilai ekspor Indonesia yang sebesar USD 230 miliar disumbang oleh industri besi baja. Ekspor besi baja di tahun 2021 mencapai USD 20,9 miliar, atau meningkat dari sebelumnya yang hanya sebesar USD 1,1 milliar di tahun 2014. “Tahun 2022 ini saya kira bisa mencapai USD 28-30 miliar,” imbuhnya.
Jokowi melanjutkan, setelah hilirisasi nikel, pemerintah akan mendorong investasi di sektor bauksit tembaga dan timah. Kebijakan pemerintah terkait mekanisme transisi energi dari fosil fuel ke energi baru terbarukan juga akan menjamin kepastian investasi di Jawa dan Sumatera.
Jokowi berharap, kontribusi Bisnis20 dapat mempercepat transformasi energi yang mulus tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat kecil.
“Kita mendorong early retirement PLTU ke energi baru terbarukan, seperti geothermal dan solar panel. Dan kita akan membuka partisipasi di sektor swasta untuk berinvestasi di transisi energi ini. Saat ini terdapat sebesar 5,5 gigawatt PLTU yang siap untuk program early retirement ini,” pungkasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
