Ilustrasi armada Blue Bird. (dok. Blue Bird)
JawaPos.com - PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan pendapatan sebesar Rp 4,57 triliun hingga kuartal III 2026. Nilai ini tumbuh 10,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perusahaan mencatat EBITDA Perseroan meningkat sekitar 16 persen secara tahunan menjadi Rp 377,5 miliar. Secara kumulatif, EBITDA hingga September 2026 mencapai Rp1,09 triliun, tumbuh 9,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono mengatakan, perusahaan berusaha menjangkau bergam kebutuhan pelanggan. Produktivitas digenjot agar memberikan akses dan pelayanan lebih maksimal.
“Bagi kami, pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan kemampuan mengelola operasional secara produktif dan menjaga kualitas layanan. Karena itu, kami terus mengoptimalkan pemanfaatan armada, menyesuaikan ketersediaannya dengan kebutuhan pelanggan, serta mengembangkan pilihan layanan yang relevan," kata Andre dalam keterangan tertulis, Jumat (7/11).
Layanan taksi masih penyumbang utama terbesar dengan porsi sekitar 70 persen terhadap total pendapatan Perseroan dan tumbuh 11,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, layanan non-taksi yang mencakup shuttle, rental mobil dan bus, serta layanan mobilitas lainnya berkontribusi sekitar 30 persen atau tumbuh sebesar 10,1 persen secara tahunan.
Pada layanan taksi, Bluebird Group memperkuat pilihan perjalanan dengan kehadiran Bluebird Prime yang melengkapi layanan taksi Bluebird dan Silverbird. Sejak diluncurkan pada Juli 2026, Bluebird Prime telah beroperasi di enam wilayah, yaitu Jadetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Bali, dan Semarang.
Di segmen non-taksi, Cititrans terus mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada kuartal III melalui optimalisasi jadwal keberangkatan, utilisasi armada, dan efisiensi layanan. Bigbird juga memperlihatkan perkembangan permintaan dari korporasi dan perjalanan rombongan dari berbagai kegiatan.
Optimalisasi juga dilakukan melalui pengelolaan siklus hidup armada. Hingga kuartal III 2026, keuntungan penjualan aset tetap meningkat 38,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 474 miliar hingga September 2026.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kemampuan operasional dan mengembangkan layanan sesuai kebutuhan pelanggan. Dengan dukungan pengemudi profesional, armada yang terawat, dan sistem mobilitas yang terintegrasi, kami berkomitmen menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” tutup Andre.