
Nyono, pedagang asongan yang menjual jajanan lumpia saat berorasi di depan massa Aksi Kamisan Surabaya, Senin (15/6). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef Riza Annisa Pujarama menyoroti peningkatan persentase pekerja informal di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,47 persen pada triwulan III 2026.
Menurut Riza, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum sepenuhnya diikuti perbaikan kualitas pekerjaan, mengingat peningkatan penduduk bekerja masih diwarnai oleh bertambahnya pekerja informal.
Ia menjelaskan peningkatan pekerja informal antara lain terlihat dari bertambahnya penduduk yang berusaha sendiri. Selain itu, pekerjaan keluarga tidak dibayar dan pekerja bebas juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.
“Ini menjadi hal yang perlu diperhatikan bahwa pertumbuhan tinggi, tetapi kualitas pekerjaan yang ada untuk penduduk bekerja itu tidak mengalami peningkatan,” kata Riza, dalam Diskusi Publik Indef, Kamis (5/11).
Menurut dia, kondisi tersebut berimplikasi terhadap pendapatan yang diterima pekerja, pemenuhan kebutuhan hidup yang layak, hingga kemampuan masyarakat dalam menjaga daya beli.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total jumlah penduduk bekerja di Indonesia pada Agustus 2026 sebanyak 147,98 juta orang. Dari jumlah tersebut, persentase pekerja informal mencapai 57,93 persen atau meningkat dari 57,80 persen pada Agustus 2025.
Di sisi lain, jumlah pekerja formal juga bertambah 410 ribu orang, dari 61,84 juta orang pada Agustus 2025 menjadi 62,25 juta orang pada Agustus 2026.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, mengatakan peningkatan pekerja formal sejalan dengan bertambahnya penduduk yang bekerja sebagai buruh, karyawan, dan pegawai.
BPS juga mencatat sebanyak 67,47 persen penduduk bekerja merupakan pekerja penuh dengan jam kerja minimal 35 jam dalam seminggu, sedangkan 23,85 persen merupakan pekerja paruh waktu dan 8,68 persen setengah pengangguran.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022