
Nailul Huda (kedua kanan), Direktur Ekonomi Digital, Center of Economic and Law Studies (CELIOS). (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2026 sebesar 5,47 persen dinilai penuh akan kejanggalan atau tidak sesuai dengan realita yang ada di masyarakat.
Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengatakan kondisi pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2026 terlihat janggal karena berbanding terbalik dengan kondisi konsumsi rumah tangga yang melemah.
“Setelah melemah di triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi triwulan III 2026 kembali meningkat, dari 5,29 persen menjadi 5,47 persen. Namun demikian, ada kejanggalan yang terlihat dari pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan III 2026,” ujar Nailul saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (5/11).
Nailul mengatakan, kejanggalan pertama terdapat pada konsumsi rumah tangga (RT) di triwulan III 2026 mengalami perlambatan dibandingkan triwulan II 2026. Pertumbuhan konsumsi RT triwulan II 2026 sebesar 5,06 persen, sedangkan pertumbuhan konsumsi RT triwulan III 2026 menjadi 5,04 persen.
Adapun, jika dibandingkan pertumbuhan konsumsi RT triwulan III 2025, angka saat ini lebih tinggi, namun pada saat yang sama pertumbuhan ekonomi juga melambat dari 5,12 persen pada triwulan II 2025 menjadi 5,04 persen pada triwulan III 2026.
“Dengan kontribusi lebih dari 50 persen, perlambatan konsumsi RT seharusnya menyeret pertumbuhan ekonomi secara total,” ucapnya.
Selain itu, ia juga melihat mesin pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 lainnya yang juga mengalami perlambatan. Pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) melambat dari 6,87 persen (triwulan II 2026) menjadi 6,06 persen triwulan III 2026.
Nailul mengatakan, sumber pertumbuhannya juga melambat seperti PMTB Kendaraan dari 26,03 persen menjadi 12,96 persen. Konsumsi pemerintah juga melambat dari 15,97 persen triwulan II 2026 menjadi 8,95 persen triwulan III 2026.
“Keduanya, berkontribusi sebesar 37 persen terhadap PDB. Artinya, sekitar 87 persen lebih komponen PDB mengalami perlambatan, tapi pertumbuhan ekonomi justru lebih tinggi,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022