
Ilustrasi para pekerja dari berbagai bidang.(Istimewa)
JawaPos.com - Produktivitas dan keterampilan tenaga kerja menjadi tantangan bagi perusahaan dalam mencapai target bisnis pada 2027. Di tengah persaingan yang semakin ketat dan perubahan kebutuhan pelanggan, perusahaan perlu memastikan pekerja memiliki kompetensi yang sesuai serta didukung pengelolaan kerja yang efektif.
Chief Commercial Officer (CCO) Staffinc Margana Mohamad mengatakan, rencana pertumbuhan bisnis perlu didukung kesiapan tenaga kerja, mulai dari kejelasan pembagian peran hingga keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan operasional.
“Dalam menyiapkan pertumbuhan bisnis 2027 dan seterusnya, perusahaan perlu memastikan bahwa rencana bisnis didukung oleh kesiapan tenaga kerja secara komprehensif. Setiap pekerja perlu memahami perannya, memiliki keterampilan yang sesuai, dan memperoleh dukungan untuk menjalankan tugas dengan baik. Perusahaan harus dibekali mitra yang andal yang membantu perusahaan tumbuh sekaligus memberi pekerja ruang untuk berkembang,” ujar Margana dalam keterangannya, dikutip Selasa (27/10).
Menurut dia, pengelolaan tenaga kerja perlu disertai target kerja yang jelas, pelatihan, supervisi, dan evaluasi berkala. Indikator kinerja dapat disesuaikan dengan karakter pekerjaan, seperti ketepatan penyelesaian tugas, akurasi proses, kualitas layanan, hingga kepuasan pelanggan.
Kejelasan indikator tersebut membantu perusahaan mengidentifikasi kendala dan menentukan perbaikan operasional. Sementara itu, pekerja membutuhkan arahan, penilaian yang transparan, dan kesempatan meningkatkan keterampilan agar dapat memenuhi tuntutan pekerjaan.
“Orientasi pada hasil harus disertai tanggung jawab untuk menyiapkan pekerja agar mampu mencapainya dengan optimal. Pekerja membutuhkan arahan, sarana, dan umpan balik yang membangun. Ketika dukungan ini tersedia, produktivitas dan kepercayaan dapat tumbuh bersama,” lanjut Margana.
Pendekatan Result Driven Workforce Solutions yang menggabungkan rekrutmen, pelatihan, supervisi, pemanfaatan teknologi, dan evaluasi proses kerja dinilai Margana dapat membantu perusahaan. Pendekatan tersebut ditujukan untuk menyelaraskan kebutuhan operasional perusahaan dengan kemampuan pekerja, sekaligus memantau kinerja dan mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki.
Pihaknya menyoroti tiga aspek pengelolaan tenaga kerja, yakni kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan pekerjaan, peningkatan kualitas pengelolaan tenaga kerja di lapangan, serta perluasan akses pengembangan keterampilan. Upaya tersebut dinilai relevan di tengah perubahan kebutuhan industri dan tuntutan perusahaan untuk menjaga produktivitas secara berkelanjutan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022