
Pengunjung mengambil mie instan di salah satu gerai ritel modern di Jakarta, Jumat (4/9/2026). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Keberlanjutan mulai menjadi bagian dari strategi operasional industri ritel, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan sampah, hingga rantai pasok.
Penerapan praktik green retail dinilai dapat membantu perusahaan mengelola sumber daya secara lebih efisien sekaligus menjaga daya saing bisnis.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin menyampaikan hal tersebut dalam pemaparan Indonesia Country Report pada Asia-Pacific Retailers Convention and Exhibition (APRCE) 2026 di Tokyo, Jepang, yang berlangsung pada 7–10 Oktober 2026.
Menurut Solihin, transformasi industri ritel Indonesia dibentuk oleh dua agenda yang saling berkaitan, yakni digitalisasi dan keberlanjutan. Pembayaran elektronik, QRIS, pengelolaan penjualan melalui berbagai kanal (omnichannel), serta pemanfaatan data mengubah operasional ritel. Sementara itu, efisiensi energi, energi terbarukan, ekonomi sirkular, desain gerai berkelanjutan, dan rantai pasok yang bertanggung jawab menjadi bagian dari transformasi tersebut.
Integrasi kedua agenda itu dapat membantu peritel meningkatkan efektivitas operasional sekaligus mengurangi pemborosan sumber daya. Karena itu, praktik keberlanjutan perlu diterapkan dalam keputusan bisnis sehari-hari, termasuk penggunaan energi, desain gerai, distribusi barang, dan pengelolaan limbah.
Solihin menilai penerapan transformasi hijau perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing format bisnis agar dapat dijalankan secara bertahap dan terukur. Hal ini menjadi penting bagi industri ritel Indonesia yang menghadapi kebutuhan untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi.
Aprindo juga menyoroti sejumlah agenda lain bagi industri ritel nasional, mulai dari penguatan daya beli konsumen, pengembangan kemitraan ritel dengan UMKM, ketahanan rantai pasok, hingga kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri.
Kolaborasi lintas sektor diperlukan karena penerapan praktik berkelanjutan tidak hanya bergantung pada peritel. Produsen, pemasok, penyedia logistik, pemerintah, UMKM, dan konsumen turut berperan dalam membangun rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.
APRCE 2026 menjadi forum bagi pelaku industri ritel Asia Pasifik untuk membahas perkembangan dan tantangan sektor tersebut. Dalam forum ini, Aprindo membawa perspektif mengenai integrasi digitalisasi dan keberlanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing jangka panjang ritel Indonesia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022