Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Agustus 2026 | 17.07 WIB

Pemerintah Jadikan Wisata Belanja Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sambutan saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association di BSI Tower, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sambutan saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association di BSI Tower, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mendorong transformasi perdagangan domestik yang modern, komprehensif, struktural, dan adaptif dalam merespons perkembangan ekonomi serta perubahan perilaku masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan salah satu peluang yang terus dioptimalkan adalah pengembangan wisata belanja sebagai motor pertumbuhan baru, seiring dengan meningkatnya aktivitas pariwisata dan potensi konsumsi masyarakat di dalam negeri.

“Tentu di berbagai negara, tujuan dari wisatawan sebagian adalah kuliner dan belanja. Jadi ini tentu perlu didorong supaya mereka belanja di Indonesia saja. Dan kita berharap bahwa ini juga bisa memanfaatkan wisata belanja sebagai motor pertumbuhan baru,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (27/8).

Airlangga menjelaskan, potensi wisata belanja semakin besar seiring dengan meningkatnya mobilitas wisatawan. Pada Januari-Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,45 juta kunjungan, meningkat 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy).

Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 630,41 juta perjalanan atau tumbuh 2,71 persen (yoy).

Di sisi lain, terdapat potensi besar dari pengeluaran masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri. Berdasarkan data Bank Indonesia, sepanjang Semester I 2026 terdapat sekitar 4,46 juta perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri dengan pembayaran jasa perjalanan wisatawan Indonesia di luar negeri mencapai sekitar USD6,7 miliar.

“Kondisi tersebut menunjukkan ruang yang besar untuk meningkatkan daya tarik wisata belanja di dalam negeri,” ujarnya.

Airlangga mengatakan, penguatan perdagangan domestik juga perlu dilakukan dengan memperluas jangkauan ekosistem ritel hingga ke wilayah pedesaan.

Pemerintah mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk menjadi bagian dari ekosistem tersebut, sehingga akses masyarakat terhadap barang kebutuhan ritel dapat semakin luas sekaligus membuka jalur pemasaran bagi produk yang dihasilkan masyarakat daerah.

“Bapak Presiden juga mendorong agar retail ini tidak hanya di kota-kota besar ataupun di urban, tetapi masuk juga di pedesaan. Oleh karena itu pemerintah mendorong Koperasi Merah Putih agar barang retail yang disubsidi pemerintah juga bisa tersedia di lapangan. Sekaligus mempunyai tugas sebagai agen untuk membeli barang-barang hasil pertanian ataupun perikanan di daerah masing-masing,” ucapnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore