Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Agustus 2026 | 16.25 WIB

Menkeu Purbaya Minta Pergeseran Anggaran Tidak Korbankan Program Masyarakat

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa (dua kanan) bersama Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menunjukan barang bukti saat rilis penegahan ekspor emas ilegal seberat 23,793 Kilogram dengan nilai Rp.63 Miliar Rupiah di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (13/08/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa (dua kanan) bersama Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menunjukan barang bukti saat rilis penegahan ekspor emas ilegal seberat 23,793 Kilogram dengan nilai Rp.63 Miliar Rupiah di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (13/08/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang disiplin, penyelesaian administrasi aset negara, hingga penguatan pengawalan program strategis nasional.

Hal itu disampaikan Purbaya saat melakukan kunjungan mendadak ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Jawa Barat di Bandung, Senin (24/8).

Ia mengatakan, kebutuhan belanja pegawai harus direncanakan secara tepat sejak awal agar tidak menimbulkan persoalan kekurangan pagu anggaran pada akhir tahun.

“Kebutuhan belanja pegawai harus direncanakan secara tepat sejak awal sehingga tidak menimbulkan persoalan pagu (pagu minus) pada akhir tahun,” ujar Purbaya dalam keterangan yang diterima, Selasa (25/8).

Purbaya mengatakan, pergeseran anggaran, khususnya untuk menutup kekurangan belanja pegawai, tidak boleh mengorbankan program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat, kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak.

Dalam kesempatan itu, Purbaya turut meninjau perkembangan pengawalan sejumlah program strategis nasional di Jawa Barat. Di antaranya Program Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Untuk Program Sekolah Rakyat, Kanwil DJPb Jawa Barat telah melakukan survei terhadap 22 dari total 26 Sekolah Rakyat yang ada di Jawa Barat.

Secara umum, kondisi sekolah dinilai baik dengan fasilitas yang lengkap, termasuk seragam bagi siswa. Dalam proses pembelajaran, setiap kelas juga telah dilengkapi smartboard, sedangkan setiap siswa mendapatkan satu unit laptop.

Purbaya menilai program Sekolah Rakyat memiliki berbagai keunggulan sehingga perlu lebih dikenal masyarakat. Namun demikian, komunikasi publik dan promosi terkait program tersebut masih belum optimal

“Sekolah Rakyat perlu lebih dipromosikan kepada publik. Program ini memiliki berbagai keunggulan, tetapi masih kurang mendapatkan eksposur,” ucapnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore